
JAKARTA (KBK) – Dua minggu pasca terjangan banjir bandang, kondisi daerah di Garut yang terdampak mulai kondusif. Menurut Tri Budiarto Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB sampai dengan saat ini tanggal 6 Oktober tercatat masih ada 19 orang yang belum ditemukan.
“Pencarian kami hentikan 4 hari lalu dan korban yang belum ditemukan berjumlah 19 orang,” Kata Tri di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (06/10/16).
Sementara itu korban tewas mencapai 34 orang dengan jumlah pengungsi mencapai 2.525 orang. Data BNPB juga mencatat terdapat 2.309 unit rumah rusak.
“Jumlah rumah yang rusak akan kami terus verifikasi hingga tidak ada kesalaham sedikit apa pun. Itu untuk memperkuan BNPB ketika pemerintah ingin mengambil kebijakan,” jelasnya.
Tri menambahkan ketika BNPB meninggalkan lokasi bencana, di Garut telah berdiri 1 tower rusun berkapasitas 98 unit dimana 66 unit diantaranya telah diisi oleh korban banjir bandang.
Lanjut Tri, dalam jangka waktu satu tahun Kementrian Pekerjaan Umum akan membangun 2 tower rusun lagi dengan kapasitas masing-masing berintikan 100 unit.
“Pengungsi yang belum mendapatkan rusunakan disewakan rumah. Harapannya daerah titik-titik merah di bantaran Sungai Cimanuk tidak dibangun lagi,” pungkas Tri.



