Usaha Ikan Jaring Apung Maninjau Tutup, Ribuan Orang Menganggur

Ikan mati di karamba Danau Maninjau, pencemaran sudah di ambang batas. Foto: Haluan

AGAM (KBK) – Paska banyak matinya di Danau Maninjau, akhir tahun lalu, kini sektor perikanan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau tidak berlanjut. Hal ini menyebabkan ribuan pekerja kehilangan mata pencariannya.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Agam Ermanto, Ahad (5/2/2017), mengatakan, karena banyaknya keramba kosong membuat banyak masyarakat saat ini tidak memiliki aktivitas, atau pekerjaan. Karena sebelumnya praktis banyak masyarakat, yang menggantungkan mata pencariannya ke danau.

“Cukup banyak yang terkena dampaknya, termasuk pekerja, di danau maminjau da sekitar 17 ribu keramba, dalam jumlah tersebut paling tidak bisa menyedot seribu tenaga kerja,” ungkapnya

“Kami juga tengah berupaya sesuai dengan tupoksi untuk membantu masyarakat danau,” katanya.

Dikutip dari Haluan, Ermanto mengatakan, pencemaran di Danau Maninjau sudah sangat mengkawatirkan membuat kondisi perairan Danau Maninjau lagi tidak kondusif untuk usaha budi daya ikan. Airnya sudah tercemar berat, hanya jenis ikan tertentu yang bisa bertahan.

Advertisement