
JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyatakan keyakinannya bahwa MAS, seorang anak yang diduga sebagai pelaku penusukan hingga menyebabkan ayah dan neneknya meninggal serta ibunya terluka parah di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, adalah anak yang baik.
“Kalau saya tadi melihat sebagai seorang ibu, saya bisa membaca bahwa ananda MAS ini baik, sangat baik kalau menurut saya,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi usai mengunjungi Polres Metro Jakarta Selatan, Minggu (1/12/2025).
Ia menambahkan, hingga kini belum ada kepastian terkait alasan di balik peristiwa tragis tersebut.
“Kita tunggu saja ya, mudah-mudahan ini sebagai momen untuk introspeksi kita semua,” kata dia
Menteri PPPA juga mengaku belajar dari kasus ini bahwa membesarkan anak tidaklah semudah yang dibayangkan. Menurutnya, keterbukaan dan komunikasi adalah kunci utama dalam pola pengasuhan keluarga.
Setelah bertemu langsung dengan MAS, Arifah menyampaikan rasa sedihnya karena percaya bahwa MAS adalah anak yang baik. Ia berharap pendampingan yang diberikan kepada MAS dapat membantu menguatkannya dalam menghadapi situasi ini.
Ia juga menyebut bahwa saat ini kondisi MAS masih belum memungkinkan untuk diwawancarai lebih mendalam.
“Pemeriksaan itu ada ahlinya untuk bisa memperdalam apa yang sesungguhnya terjadi,” kata dia.
Dalam waktu dekat, Arifah berencana mengunjungi ibu MAS, AP (40), yang menjadi korban penusukan dan mengalami luka berat. Namun, karena kondisinya masih belum stabil, kunjungan tersebut belum bisa dilakukan.
Sebelumnya, insiden tragis terjadi di Perumahan Bona Indah, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu dini hari. MAS (14) diduga menikam ayahnya (APW, 40) dan neneknya (RM, 69) hingga tewas, serta melukai ibunya (AP, 40).
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, kejadian tersebut terungkap setelah petugas keamanan perumahan melihat MAS berjalan cepat meninggalkan lokasi kejadian. Ketika dipanggil, MAS justru melarikan diri menuju lampu merah Karang Tengah.
Dua petugas keamanan, yang menerima laporan pembunuhan melalui alat komunikasi, berhasil menangkap MAS dengan pakaian dan tangan yang berlumuran darah. Saat ini, penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk mengungkap motif dari kejadian tersebut.




