Vaksin Merah Putih Asli Indonesia

INDONESIA berkontribusi dalam perang melawan pandemi global Covid-19 dengan mengembangkan sendiri vaksin Merah Putih selain menggandeng pihak asing seperti Sinovac, China.

Bakal vaksin yang sedang diuji coba oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBM) itu, menurut Menristek Bambang Brojonegoro saat menemui Presiden Joko Widodo di Istana Bogor (9/9) lalu, akan diserahkan pada PT Bio Farma guna selanjutnya dilakukan tiga tahap uji klinis.

Selain LBM, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Erlangga juga dilibatkan dalam program pengembangan vaksin Merah Putih.

Proses pengembangan vaksin  Merah Putih dengan platform protein rekombinan yang dilakukan Lembaga Eijkman saat ini sudah mencapai 50 persen dan pada akhir 2020 akan dilakukan uji praklinis pada hewan, lalu manusia pada 2021.

Bambang mengaku optimistis, pengembangan vaksin Merah Putih yang menelan dana sekitar Rp280 milyar itu akan lebih efektif melindungi masyarakat dari virus corona karena dikembangkan dari isolat virus yang beredar di dalam negeri

Ia memperkirakan pada kuartal keempat 2021 vaksin tersebut bisa diproduksi secara massal untuk melindungi seluruh rakyat dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dan melengkapi vaksin produk  kerjasama dengan Sinovac, China dan G42 Uni Emirat Arab .

Vaksin Sinovac  tengah menjalani uji klinis tahap ketiga di PT Bio Farma, Bandung dengan melibatkan 1.620 relawan termasuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan diharapkan sudah mulai diproduksi akhir 2020 untuk digunakan pada program imunisasi masal pada 2021.

Persaingan Ketat

Persaingan, siapa yang paling duluan menemukan vaksin SARS-CoV-2 juga tak terhindarkan, karena menyangkut reputasi suatu negara untuk menghasilkan produk yang dinanti-nanti umat manusia itu.

Rusia misalnya, mengklaim sudah mampu memproduksi vaksin yang dinamai Sputnik V untuk melawan Covid-19 walau diragukan oleh WHO, karena proses uji klinisnya dinilai tertutup.

Presiden Vladimir Putin, seperti dikutip AFP (11/8) lalu sesumbar bahwa rangkaian uji coba sudah dilakukan dengan tepat, semuanya lulus dan untuk pertama kalinya di dunia, vaksin Covid-19 sudah didaftarkan oleh regulator kesehatan.

Bahkan Putin dengan bangga mengaku,  salah satu dari dua puterinya, Maria atau Katerina yang dilibatkan dalam uji coba,  sudah disuntik vaksin temuan baru itu bersama 2.000 relawan lain dan tidak bermasalah dengan kesehatannya.

Klaim Putin menuai reaksi komunitas int’l yang menilai, pengakuan tergesa-gesa penemuan vaksin Covid-19 tanpa melalui rangkaian ujicoba sesuai prosedur bisa menjadi bencana bagi umat manusia.

Selain Oxford-Astrazeneca, Inggeris, Moderna dari AS, tiga perusahaan China sejauh ini sudah sampai ke tahap ketiga uji klinis proses pengembangan bakal vaksin Covid-19..

Terjunnya sejumlah industri farmasi global terkemuka dalam pembuatan vaksin untuk melawan Covid-19 juga diharapkan akan menekan harga satuan  yang dihasilkan dari hasil persaingan terbuka yang menguntungkan konsumen.

Sinovac misalnya, memproyeksian 72,5 dolar AS per dosis, Johnson&Johnson dari Inggeris 10 dolar AS, Moderna dari AS 37,5 dolar AS, sedangkan Serum Institute India 13 dollar AS sedangkan tawaran terendah disampaikan oleh Oxford University-Astrazeneca yakni 4,0 dolar AS, sementara vaksin Merah Putih lima dolar AS.

Sudah 170 Bakal Vaksin

Menurut catatan,  dari 170-an bakal vaksin yang terdaftar, baru enam  yang sudah sampai pada uji klinis tahap ke-3 dengan menyertakan ribuan relawan dalam waktu sekitar enam bulan, termasuk buatan Sinovac, China bekerjasama dengan PT Bio Farma, Bandung.

Peresmian uji klinis tahap ke-3 bakal vaksin dengan melibatkan 1.620 relawan selama enam bulan  dan diharapkan sudah bisa dipoduksi awal 2021 disaksikan Presiden Joko Widodo, di PT Bio Farma, Bandung, 11 Agustus lalu.

Perlu waktu panjang dan dana besar untuk menemukan vaksin, mulai dari ethical clearance dari badan yang kredibel, uji pra klinis, uji klinis in vitro (melalui sel atau jaringan), in vivo (hewan atau manusia) tahap ke-1,ke-22 dan ke-3 melibatkan ribuan orang dalam waktu minimal enam bulan.

Melalui vaksin Merah Putih, RI ikut berperan aktif dalam perang melawan Covid-19.

 

 

 

 

 

 

Advertisement