Vietnam Menghukum Warganya yang Lari ke Australia

ilustrasi

Hanoi-Pengadilan Vietnam memenjarakan empat warganya untuk masa penahanan dua tahun atas dakwaan mengirim pelarian ke luar negeri secara tidak sah terhadap para terdakwa yang dipulangkan oleh Australia.

Sebanyak 45 orang pencari suaka menumpang perahu kecil telah memasuki perairan terpencil di bagian barat Australia Juni 2015 lalu. Akhirnya mereka dipulangkan sesuai hasil perundingan kedua negara tersebut.

Para terdakwa terdiri atas dua perempuan dan dua laki-laki, menyeberangi perbatasan secara tidak sah untuk pertamakalinya pada Juli 2015 bersama 42 orang rekan dan kerabat mereka, kata pengacara Vo An don.

“Tuntutannya terlalu berat dan tidak manusiawi,” kata Don, Kamis (26/05) seperti dalam laporan AP.

Atas dakwaan itu mereka akan mengajukan banding.

“Mereka sangat miskin dan hanya berusaha untuk mencari hidup yang lebih baik, mereka tidak melakukannya untuk mencari uang,”tambah Don.

Seorang juru bicara pada Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan Australia mengatakan bahwa mereka yakin pemerintah Vietnam memegang janjinya untuk tidak menghukum semua para pencari suaka yang dipulangkan.

“Pemahaman kami bahwa tuntutan tersebut bukan berkaitan dengan kepergian tidak sah oleh para pencari suaka yang dipulangkan itu, tetapi hanya terhadap sejumlah kecil dari mereka yang oleh pihak berwenang dianggap bertanggungjawab mengatur perjalanan mereka,” kata juru bicara yang tidak bersedia disebut namanya, sesuai peraturan kementerian.

 

Pemantau Hak Asasi Manusia (HAM) yang berkantor di New York mengatakan bahwa hukuman tersebut melanggar hak dasar yang diakui hukum internasional tentang orang-orang yang ingin meninggalkan negaranya.

“Vietnam jelas melanggar janjinya kepada pemerintah Australia untuk tidak menghukum manusia perahu yang dipulangkan.,” kata Elaine Pearson, direktur kelompok tersebut.

Sejumlah manusia perahu yang dipulangkan itu mengatakan bahwa pada saat mereka tiba kembali di Vietnam, pihak berwenang memastikan kepada mereka bahwa mereka tidak akan ditangkap atau pun ditahan, dalam janji yang dilakukan di depan konsulat Australia.

Vietnam dikenal memiliki catatan buruk mengenai penanganan masalah HAM, yaitu banyak tokoh-tokoh agama, blogger dan para penentang yang dipenjarakan dalam beberapa tahun terakhir.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan pendekatan ulang mengenai politik kebebasan di Vietnam, dalam kunjungannya ke Vietnam pekan ini.

Advertisement