spot_img

Wajib Waspada! Ada 75 Sesar Aktif di Pulau Jawa yang Berpotensi Gempa

JAKARTA – Para ahli geologi telah mengidentifikasi 75 sesar aktif di sepanjang Pulau Jawa yang berpotensi menyebabkan guncangan gempa bumi di masa depan.

Nuraini Rahmah Hanifa, seorang peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, menyatakan bahwa sekitar 50 persen penduduk tinggal di Pulau Jawa, sehingga perlu adanya perlindungan bagi mereka.

Pada 2017, terdapat 31 sesar aktif tercatat di Pulau Jawa, sedangkan jumlah total di seluruh Indonesia pada saat itu adalah 295 sesar aktif.

Berdasarkan pemutakhiran data terbaru pada 2024, jumlah sesar aktif di Pulau Jawa meningkat menjadi 75 titik, sementara total seluruh Indonesia mencapai lebih dari 400 sesar aktif.

Jumlah 75 sesar tersebut bukanlah peningkatan jumlah sesar aktif, melainkan peningkatan pengetahuan manusia.

Selama tujuh tahun terakhir, para ilmuwan berhasil menemukan sesar-sesar baru yang sebelumnya tidak diketahui karena keterbatasan teknologi dan pengetahuan.

Gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, pada 2022, bukanlah yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Pada 1897, wilayah Cianjur juga pernah diguncang gempa bumi yang merusak banyak bangunan.

“Contohnya kalau enggak ada gempa Cianjur, mungkin kita juga lupa pernah ada gempa Cianjur. Artinya, kita juga belum melupakan dengan baik gempa Cianjur,” kata Nuraini, dilansir dari Antara.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah korban bencana alam terbesar selama periode tahun 2000 hingga 2018, dengan total korban meninggal dunia mencapai 185.677 jiwa.

Aktivitas tektonik yang sangat aktif di Indonesia menyebabkan negara ini rata-rata diguncang oleh lebih dari 2.000 gempa bumi setiap tahun dengan kekuatan di atas 4,5 magnitudo.

Nuraini juga menyampaikan bahwa sekitar 206 juta penduduk Indonesia, atau 77 persen dari total penduduk, berpotensi mengalami guncangan gempa dengan intensitas VI MMI. Selain itu, sekitar 4,1 juta jiwa tinggal di atas patahan sesar.

“Melakukan riset sesar aktif tidak mudah apalagi Pulau Jawa sudah banyak penduduk. Padahal (riset) geologis itu perlu menggali (tanah). Kalau sudah banyak rumah susah juga (melakukan riset),” pungkasnya.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles