JAKARTA – Dampak yang ditimbulkan oleh wabah corona ini sangat begitu berasa pada seluruh lapisan masyarakat. Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang melanda Indonesia tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga sosial dan ekonomi. Banyak masyarakat yang bekerja sebagai pedagang kecil atau pekerja harian mendapatkan kesulitan karena menurunnya pesanan atau pembeli. Hal ini mengakibatkan kondisi ekonomi masyarakat lesu.
Upaya menggairahkan masyarakat di tengah Cegah Tangkal (Cekal) Covid-19, pada Senin lalu (20/4) Dompet Dhuafa bersama Wardah yang Salah satu perusahan kosmetik terkemuka asal Indonesia membagikan paket sembako kepada kelompok rentan di daerah Ciracas, Jakarta Timur.
“Alhamdulillah hari ini, kami bersama Wardah menyalurkan bantuan berupa paket sembako langsung dari rumah ke rumah. Sejumlah kelompok warga yang termasuk terdampak karena covid menjadi sasaran bantuan ini. Ketersedian bahan pokok, termasuk distribusi logistiknya menjadi perhatian masyarkat di tengah meluasnya virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Sejumlah paket sembako berisi beras, minyak, gula dan lain sebagainya rapih terbungkus dalam kardus karton. Tim pun berkeliling dari rumah ke rumag, gang ke gang untuk menyalurkan ke warga yang membutuhkan,” ucap Agung Chilmy Wirdana selaku penanggungjawab kegiatan tersebut dari Dompet Dhuafa.
Dimotori oleh Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa, dan dibantu oleh RT/ RW setempat, bantuan diarahkan kepada mereka yang terdampak atas adanya covid. Salah satunya ialah Sholeh (50), yang berprofesi sebagai seorang penual siomay. Setiap harinya berkeliling dengan gerobaknya, mengaku dengan adanya Covid, penghasilanya berkurang setidaknya 50 persen. Sekalipun berkeliling lebih jauh, pendapatanya terus saja mengalami penurunan.
Dengan senyum simpul, Sholeh mengucapkan rasa syukurnya, “karena masih ada diluar sana yang menaruh kepedulian kepada masyrakat terdampak seperti dirinya. Ia berharap agar wabah bisa cepat usai, dan ia dan ribuan penjual siomay lainnya bisa berkegiatan seperi semula”.
Di tengah gempuran pandemi virus corona (Covid-19). Membuat sebagian warga ikut terkena dampaknya. Mereka semua adalah warga pekerja harian lepas yang penghasilannya tidak menentu. Alhasil walaupun sudah ada anjuran menjaga jarak dan bekerja di rumah, mereka, pekerja harian masih tetap keluar untuk bekerja walaupun pendapatannya tidak seperti biasanya. Komitmen dalam membantu masyarakat kurang mampu terlebih dalam kondisi pandemi tersebut memang selaras dengan semangat gotong-royong Indonesia. Bahwa seseorang harus bahu-membahu dalam memerangi pandemi (Covid-19) sembari membantu masyarakat terdampak.
“Terimakasih atas bantuan sembakonya mas, saya pengennya cepet selesai saja wabahnya, agar kami bisa seperti semula lagi, tidak perlu dibantu lagi. terasa sekali sih mas dampaknya, setidanya separuhnya lah pendapatan berkurang,” terang Sholeh.





