Warga Aceh Jaya Sudah Terbiasa dengan Banjir

Ilustrasi Tim Medis LKC Aceh periksa kesehatan korban banjir di Pidie dan Aceh Jaya. Foto: LKC Aceh

ACEH JAYA (KBK) – Warga Aceh Jaya sudah terbiasa dengan banjir, di sana banjir merupakan siklus tahunan. Jadi penduduk di sana tidak khawatir dengan luapan air yang menggenangi rumah-rumah mereka.

Demikian disampaikan dr. Ilham, Pimpinan LKC Dompet Dhuafa Aceh kepada KBK, Senin (14/12/2015).

Dikatakan Ilham, kalau sudah mulai musim hujan warga Aceh Jaya sudah mulai menyelamatkan barang-barang mereka ke atas loteng.

“Mereka benar-benar sudah siap dengan risiko bajir yang akan menimpa,” jelas Ilham.

Tidak heran, lanjutnya, ketika dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk warga Aceh Jaya, Rabu (9/12/2015) lalu, tepatnya di Desa Lam Asam, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, hanya 5 orang saja yang menderita sakit kulit seperti gatal-gatal dari 78 warga yang diperiksa.

“Justru di kawasan ini yang banyak warganya menderita hipertensi, kebetulan yang diperiksa kebanyak lansia,” jelas dr. Ilham.

Ini sangat berbeda dengan pemeriksaan kesehatan di kawasan banjir di Pidie, di mana Aksi Layan Sehat (ALS) diadakan di Desa Baroe Yaman, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Ahad (6/12/2015), di sini penyakit terbanyak yang diderita 120 pasien yang diperiksa kesehatannya, adalah sakit kulit seperti gatal-gatal.

“Itu akibat kuman di air kotor yang dibawa banjir menginfeksi kulit-kulit mereka,” jelas dr. Ilham.

Di kawasan Desa Baroe Yaman ini, menurut informasi dari Kepala Desa Tengku Zahlul Fitra, ada sekitar 200 rumah yang terendam air setinggi 2,1 meter.

“Penduduk yang menghuni desa ini sekitar 202 KK, mereka semua diungsikan ke tempat aman,” kata Zahlul seperti ditirukan dr. Ilham.

Menurut dr. Ilham, Tim LKC Aceh selanjutnya akan melakukan aksi besok, Selasa (15/12/2015) akan memeriksa kesehatan korban banjir di Desa Ujoeng Krueng, Kecamatan Teripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

“Sekali turun ke lapangan LKC Aceh menurunkan 5 s.d 6 tim medis,” pungkas Ilham.

Advertisement