Warga Bekasi Tenang, BNPB Pastikan Gempa Tak Berakibat Parah

JAKARTA, KBKNews.id – Gempa bumi bermagnitudo 4,9 yang mengguncang wilayah Bekasi pada Rabu (20/8/2025) malam, tidak mengakibatkan kerusakan parah. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa.

“Tidak ada korban jiwa. Sekitar 26 rumah yang rusak ringan. Itu rata-rata rumah-rumah yang tua. Rumah-rumah yang tidak ada slop besinya, itu plafonnya ada satu sekolah yang jatuh, yang turun,” ujar Suharyanto saat konferensi pers di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

BNPB, lanjut Suharyanto, telah menurunkan tim untuk meninjau kondisi pascagempa di wilayah terdampak. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak menetapkan status darurat bencana.

BNPB, kata dia, akan memberikan dukungan apabila ada permintaan resmi dari pemerintah daerah.

“Sampai sekarang pemkab setempat tidak menetapkan status kedaruratan. Artinya, kita tunggu nanti kalau mereka minta bantuan pemerintah pusat, BNPB turun,” tuturnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut berpusat di daratan, sekitar 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada koordinat 6,48 LS dan 107,24 BT dengan kedalaman 10 km.

Getaran gempa dirasakan cukup luas, yakni skala III MMI di Bekasi dan Purwakarta, serta II–III MMI di Jakarta, Depok, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Pelabuhan Ratu. Getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai lewatnya kendaraan berat.

Menurut BMKG, gempa Bekasi dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust).

“Memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat,” jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here