Warga Bolaang Mongondow Mengungsi akibat Banjir

Banjir bandang di Luwu rendam ribuan rumah/ foto: Antara

BOLAANG MONGONDOW – Sejumlah wilayah di Kabupaten Bolaang Mongondow dilanda banjir dan menyebabkan 1.893 jiwa terdampak hingga harus mengungsi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D mengatakan warga memilih mengungsi di rumah kerabat mereka yang aman dari bencana banjir.

Banjir yang terjadi sejak Rabu, (26/6), dipicu hujan deras yang mengguyur sejak pukul 07:00 WITA hingga pukul 05:00 WITA. Genangan air diperkirakan setinggi 1,0 hingga 1,5 meter di berbagai desa.

Dia mengatakan desa-desa yang paling terdampak termasuk Desa Toruakat, Pusian, Pusian Barat, dan Pusian Selatan di Kecamatan Dumoga, Desa Tonom, Mogoyunggung Induk, dan Mogoyunggung Satu di Kecamatan Dumoga Timur.

Selanjutnya, Desa Tanoyan Utara dan Kopandakan dua di Kecamatan Lolayan serta Desa Dondomon, Dondomon Selatan, Dondomon Utara, Mopuya Selatan satu, Mopuya Induk, Mopuya Utara, Tumokang, dan Mopugat Selatan di Kecamatan Dumoga Utara.

Tercatat ada 633 unit rumah yang terendam, satu unit fasilitas pendidikan, dan satu unit fasilitas ibadah juga ikut terdampak. Jalan penghubung antara Desa Doloduo II dan Desa Makaruo terputus, menambah kesulitan mobilitas di daerah tersebut.

Tim dari berbagai instansi seperti TRC BPBD, TNI/POLRI, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Balai Wilayah Sungai Sulut I, pemerintah desa, dan relawan masyarakat segera turun ke lapangan untuk membantu warga yang terdampak.

Namun, cakupan wilayah banjir yang luas dan tersebar di enam kecamatan menjadi tantangan besar dalam penanganan bencana ini.

BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow berkoordinasi dengan aparat terkait dan terus melakukan pendataan. Upaya penanganan terus dilakukan, termasuk pendistribusian bantuan makanan siap saji, peralatan kebersihan, dan perlengkapan tidur yang sangat dibutuhkan oleh warga.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here