MENGHADAPI musuh yang satu ini yakni pemanasan global yang bisa memicu perubahan iklim berujung terjadinya bencana alam, umat manusia mau tak mau harus bahu membahu dan bersatu padu.
Konferensi Para Pihak tentang perubahan Iklim ke-28 (COP-28) dibuka hari ini (30/11) di Dubai, Uni Emirat Arab dan berlangsung sampai 2 Desember, diikuti sekitar 120 kepala pemerintahan dari negara anggota Konferensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC).
COP28 kali ini berlangsung di tengah kondisi bumi yang mengalami titik kritis karena makin panas sehingga pada gilirannya berpotensi memicu intensitas bencana hidrometeorologi di berbagai kawasan.
Berdasarkan laporan UNFCCC, pencapaian negara negara di dunia untuk mengatasi perubahan iklim berjalan lamban sehingga jika tidak ditingkatkan, bakal terjadi kenaikan suhu global sampai 1,5 derajat celsius dalam lima tahun ke depan dibandingkan era pra-industri.
COP28 dianggap penting karena dilakukan delapan tahun setelah COP Paris yang menelurkan Paris Agreement pada 2015 dan tujuh tahun sebelum kesepakatan itu berakhir pada 2030
Kesepakatan Paris 2015 sudah mematok kenaikan maksimal suhu global 1,5 derajat celsius sampai akhir abad ini, namun tanpa upaya dan langkah bersama, kenaikan tiga sampai empat derajat bakal tak terhindarkan.
Dalam COP28 akan dipaparkan hasil Global Stocktake atau Inventarisasi Aksi Global yang dilakukan negara-negara anggota UNFCCC mengacu pada Kesepakatan Paris 2015.
“Hasil Global Stocktake diharapkan menjadi titik balik untuk mengakselerasi seluruh aksi mitigasi dan adaptasi terkait perubahan iklim karena dari sana terlihat apakah perjalanan selama ini sudah sesuai dengan arah dan target Perjanjian Paris, “ kata Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kemen KLH Laksmi Dhewanti.
Angin segar yang dicapai pada hari pertama COP28 adalh kesepakatan diantara peserta yang hadir adalah program pembiayaan lost and damage (kehilangan dan kerusakan) akibat perubahan iklim.
Bumi tempat bernaung manusia satu-satunya dan milik kita bersama. Yuk kita bersama-sama menjaga dan meruwatnya.





