BALI – Masyarakat Kabupaten Klungkung diminta tak resah dengan status Gununng Agung yang berada di level siaga III dan aktivitas kegempaan yang terus meningkat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Klungkung, I Putu Widiada mengatakan situasi terkini gunung yang sempat meletus pada 1963 silam itu terus dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Hal ini pun sudah disampaikan ke masyarakat, terutama yang bermukim di bantaran Tukad Unda, yang sesuai peta kebencanaan Gunung Agung masuk sebagai daerah yang berpotensi terdampak. “Untuk sosialisasi informasi terkini sudah terus disampaikan. Ada via WA, adapula dari petugas turun langsung bertemu warga,” jelasnya, Rabu (20/9/2017), dilansir Bali Post.
Menurutnya perkembangan informasi cukup cepat, bahkan tak dipungkiri ada yang berbeda sehingga memicu keresahan pada masyarakat.
Dia menambahkan jika Pemerintah desa sejak dini diminta mendata warga yang memiliki kendaraan pengangkut orang maupun barang. “Pendaatan angkutan ini juga penting untuk mempercepat jika nantinya harus mengungsi,” sebutnya.
Selain itu, pendataan juga harus dilakukan pada warga renta, ibu hamil, dan anak-anak yang harus mendapat pertolongan prioritas. “Pada pertemuan ini juga disosialisasikan lagi lokasi pengungsian. Desa juga diminta menentukan titik aman berkumpul,” imbuhnya.





