RIAU – Dompet Dhuafa berupaya membangun kembali masjid-masjid yang ada di Lombok melalui program ‘Riau Bangun Kembali Masjid Lombok’.
Sebelumnya pada tahap pertama pada November, Dompet Dhuafa telah membangun satu masjid di Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, di atas tanah wakaf berukuran 10 x 10 meter dan serambi berukuran 2,5 meter. dan mampu menampung hingga 300 jamaah.
Masjid-masjid tersebut dibangun dengan biaya yang dihimpun dari masyarakat melalui pengajian dan penggalangan dana jamaah di Riau.
Ustadz Alnof mengungkapkan bahwa, ketika para Dai Cordofa Riau mengajak masyarakat bangun kembali masjid Lombok yang rusak akibat gempa, masyarakat banyak yang antusias menginfakkan harta mereka. Dari uang recehan sampai ratusan juta mereka berikan demi saudara di Lombok.
“Ada di antara mereka yang berdonasi 500 gram emas untuk membangun satu masjid. Bahkan berdonasi uang sebesar Rp 225.000.000.-. Sebagian jamaah masjid, yang dikoordinir oleh Dewan Kemakmuran Masjid, juga sangat berkeinginan membangun masjid kembar di Lombok,” tegas Ustadz Alnof, salah satu Dai pedalaman Dompet Dhuafa di Riau.
Bangunan masjid dirancang ramah gempa, tahan, dan tidak berbahaya jika terjadi gempa kembali. Pemilihan lokasi pembangunan masjid juga diprioritaskan di daerah pedalaman yang sangat membutuhkan bantuan dana untuk membangun kembali masjid yang telah roboh.
Sementara itu Ali Bastoni, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Riau mengatakan pembangunan masjid kedua juga telah berjalan memasuki tahap 20%, berlokasi di Dusun Senjajak, Desa Sembik Bangko, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.
“InshaAllah, Dompet Dhuafa akan membangun lima masjid di beberapa kabupaten di Lombok. Semoga apa yang kita perbuat untuk saudara kita di Lombok terhitung ibadah, baik bagi para donatur maupun tim yang telah mengupayakan program tersebut terealisasi,” ungkapnya, dilaporkan Redovan Jamil dan Dhika Prabowo.
Salah satu jamaah dengan penuh haru mengakui, “Dengan dibangunnya kembali masjid di pemukiman daerah tinggalnya, akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan akan membuat kami kembali nyaman, khusyuk beribadah, serta dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan. Karena beribadah di masjid darurat serba keterbatasan, panas dan pengap di kala siang hari, basah jika hujan turun, lantaran air meresap membasahi karpet”.





