Curah hujan Lebihi Batas Normal, Sangihe Waspada Banjir dan Longsor

Ilustrasi bencana banjir di Sangihe/ BBC

SANGIHE – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, R Tamboto, meminta seluruh warga di  Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara mewaspadai bencana alam banjir dan tanah longsor.

“Kami meminta agar masyarakat dapat mewaspadai bahaya banjir dan tanah longsor yang bisa terjadi setiap saat,” kata Tamboto di Tahuna, Rabu (4/1/2017).

Menurutnya kewaspadaan harus ditingkatkan seiring dengan  curah hujan di Kepulauan Sangihe yang sudah melebihi batas normal.

“Hujan di Kabupaten Sangihe sudah sejak akhir bulan Desember 2016 sampai sekarang. Hal ini harus disikapi secara bijak oleh masyarakat,” kata dia.

Tamboto mengatakan, saat ini sebagian masyarakat masih bermukim di lereng gunung serta daerah aliran sungai sehingga sangat rentan dengan bahaya banjir dan longsor.

Sebagai instansi teknis yang menangani bencana alam, dirinya mengimbau agar penduduk yang bermukim di lereng gunung dan daerah aliran sungai untuk tetap waspada.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang rumahnya berada di lereng bukit dan bantaran sungai untuk segera mengungsi ketempat yang lebih aman,” imbaunya, seperti dilansir elshinta.com, Kamis (5/1/2017).

Menurutnya, langkah antisipasi dari masyarakat sangat penting agar kejadian yang pernah dialami Kabupaten Sangihe pada pertengahan tahun 2016 jangan sampai terulang lagi.

“Peran pemerintah kampung serta kelurahan sangat diharapkan untuk meyakinkan warga agar bisa mengungsi ketempat yang aman guna menghindari korban jiwa,” kata dia.

Bencana banjir dan longsor pernah terjadi pada bulan Juni 2016 mengakibatkan korban jiwa serta merusak pemukiman warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Sangihe.

Advertisement