Waspada Dampak La Nina di Jombang dan Mojokerto

Ilustrasi: Angin kencang. Foto:Ist

JOMBANG – Warga di Kabupaten Jombang dan Mojokerto, Jawa Timur harus waspada atas cuaca ekstrem sebagai dampak dari La Nina yang akan terus berlangsung hingga awal 2017.

“Prediksi dari BMKG memang cuaca ekstrem masih akan menerjang wilayah Jombang. Ini diprediksi hingga awal bulan Januari 2017 nanti,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Nur Huda Rabu (23/11/2016), dikutip dari Okezone.com.

Huda menjelaskan, cuaca ekstrem yang dimaksud yakni hujan dengan intensitas tinggi dan disertai angin kencang. Yang berpotensi menimbulkan banjir dan puting beliung di beberapa wilayah di Kota Santri.

“Jika intensitas curah hujan di atas  10 – 15 mililiter perjam setiap hari, maka potensi banjir masih sangat tinggi. Terlebih lagi hujan terjadi di wilayah atas, misalnya Kecamatan Bareng, Wonosalam, Kecamatan Kandangan, Malang,” tambahnya.

Ada 6 kecamatan di Kabupaten Jombang yang menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Antara lain Kecamatan Mojoagung, Mojowarno, Jombang, Bandar Kedungmulyo, Tembelang dan Kesamben.

“Namun yang terparah di Kecamatan Mojoagung. Sedangkan untuk puting beliung biasanya berpindah-pindah. Tiga bulan ini saja sudah tiga kali Jombang diterjang puting beliung dan merusak ratusan rumah penduduk,” terangnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Mojokerto, Vico C Setiawan juga mengatakan musim penghujan diprediksi sudah terjadi sejak akhir Oktober lalu dan berlangsung hingga Februari 2017 mendatang.

“Dampak dari badai La Nina kemarin itu, menyebabkan cuaca menjadi ekstrem karena tidak menentu. Kadang hujan kadang juga panas.,” sambungnya.

Ia menegaskan, tidak hanya Kabupaten Jombang saja, cuaca ekstrem ini juga membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto berpotensi diterjang bencana alam. Seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung. Tak heran, jika BMKG mengeluarkan status siaga darurat hingga 30 November nanti.

“Tapi siaga darurat bisa diperpanjang sampai Februari 2017. Karena di prediksi puncak hujan akan terjadi pada penghujung tahun 2016 hingga bulan Februari. Maka itu kami menghimbau agar masyarakat di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.

Advertisement