Waspada! Faktor dan Kebiasaan Ini Bisa Picu Kanker Mulut

Ilustrasi. (Foto: FREEPIK/wavebreakmedia-micro)

JAKARTA – Bau mulut atau sariawan dapat menjadi tanda peringatan dini kanker mulut. Meskipun dalam banyak kasus, gejala-gejala ini bisa disebabkan oleh kondisi yang tidak serius, namun penting untuk memahami gejala kanker mulut guna mendeteksi secara dini dan melakukan pengobatan dengan cepat.

Kanker mulut merupakan penyumbang sekitar tiga persen dari seluruh kasus kanker yang didiagnosis setiap tahun di Amerika Serikat.

Menurut laporan dari Medicaldialy pada hari Rabu, diperkirakan sekitar 54.540 orang dewasa di negara tersebut akan didiagnosis menderita kanker mulut atau orofaringeal pada tahun ini.

Melakukan skrining untuk kanker mulut dapat membantu dalam mendeteksi penyakit ini pada tahap awal, ketika pengobatan lebih mudah dilakukan dan lebih efektif.

Beberapa tanda awal kanker mulut antara lain adalah mati rasa atau nyeri yang tidak dapat dijelaskan pada wajah, leher, atau di dalam mulut, kesulitan dalam mengunyah, menelan, dan menggerakkan lidah.

Jika seseorang mengalami luka yang menyakitkan atau ulkus mulut yang sulit sembuh dan sering berdarah selama beberapa minggu, hal ini juga dapat menjadi tanda kanker mulut.

Selain itu, tanda-tanda kanker mulut lainnya meliputi penurunan berat badan yang tidak disengaja, perubahan dalam cara berbicara, adanya bercak putih atau merah pada lapisan mulut atau lidah, serta adanya benjolan yang tidak hilang di mulut atau leher.

Jika gigi sulit dilepas atau luka di soket gigi sulit sembuh setelah pencabutan gigi, bahkan jika bau mulut terus-menerus terjadi, hal ini juga perlu diwaspadai. Berikut orang-orang yang berisiko terkena kanker mulut:

1. Penggunaan Tembakau

Telah terbukti melalui penelitian bahwa 85 persen dari kasus kanker kepala dan leher berkaitan dengan penggunaan tembakau. Mengunyah tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker pada pipi, gusi, dan bagian dalam bibir hingga 50 persen.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa paparan asap rokok dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terkena kanker mulut.

2. Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol meningkatkan risiko terjadinya kanker pada rongga mulut dan orofaringeal. Sekitar 70 persen dari orang yang didiagnosis menderita kanker mulut adalah peminum berat.

Orang yang minum alkohol secara berlebihan dan juga merokok memiliki risiko terkena kanker mulut sekitar 30 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok atau tidak minum alkohol.

3. Paparan Dinar Matahari

Paparan sinar matahari yang berkepanjangan pada bibir tanpa perlindungan dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker pada area tersebut.

4. Human Papilloma Virus (HPV)

Infeksi virus HPV (Human Papillomavirus) dapat menyebabkan pertumbuhan kulit atau selaput lendir yang disebut kutil. Selain itu, infeksi virus HPV juga meningkatkan risiko terjadinya kanker di bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, dan amandel.

5. Kebersihan Mulut

Kebersihan mulut yang buruk dan gigi palsu yang tidak pas dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker mulut.

6. Sistem Kekebalan Lemah

Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah berisiko tinggi terkena kanker mulut.

7. Pola Makan  Buruk

Konsumsi makanan dengan pola rendah buah dan sayuran dapat menyebabkan kekurangan vitamin dalam tubuh. Kekurangan vitamin A khususnya dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut.

8. Usia, Jenis Kelamin, dan Warna kulit

Berdasarkan penelitian, pria memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk terkena kanker mulut, dan risiko ini meningkat setelah usia 45 tahun. Selain itu, studi juga menunjukkan bahwa orang dengan warna kulit cerah memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker bibir.

Sumber: Antara

Advertisement