CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur meminta warga mewaspadai luapan air di enam sungai besar di Cianjur.
Terutama bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta waspada karena intensitas hujan yang tinggi akibat La Nina masih terus terjadi di Jawa Barat, khususnya Cianjur.
Mneurut BPBD Cianjur enam sungai besar yang harus diwaspadai adalah Sungai Citarum blok Leuwi Jurig, di Kecamatan Haurwangi. Kemudian Sungai Cisadea, Sindangbarang; Sungai Cibuni, Kadupandak; Sungai Cidamar, Cidaun. Lalu Sungai Cibala, Sukanagara dan Sungai Cikadu, Cibinong.
Kepala BPBD Kab. Cianjur, Asep Suparman menyatakan, pihaknya dibantu oleh sukarelawan bencana meminta warga waspada terutama saat malam hari. Hujan tiap harinya terus mengguyur Cianjur, kata dia. Siaga bencana terus dilakukan, terutama longsor dan banjir bandang.
“Melihat bencana di daerah lain (Garut & Sumedang), Cianjur juga harus waspada. Kami terus koordinasi dengan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Sebab fase musim saat ini tidak jelas, karena sedang masa peralihan. Akibat cuaca ektrem yang terus berlangsung, bencana longsor dan banjir bandang kerap terjadi,” tuturnya, seperti dilansir PR, Senin (26/9/2016).
Untuk pencegahan, ;angkah penanganan awal berupa mitigasi bencana pun dilakukan. Mulai dari mempelajari pola-pola bencana yang terjadi hingga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk siaga terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing. Mitigasi bencana adalah upaya pencegahan dan penanggulangan (prabencana). Guna mengurangi dan memperkecil resiko bencana.
Antisipasi awal, kata dia aparatur desa atau kecamatan diminta aktif untuk mengimbau warga agar segera mengungsi jika hujan terus turun deras dengan intensitas tinggi. Hal itu dinilai cukup efektif untuk mencegah jatuhnya korban jiwa saat terjadi bencana.
“Sudah dua wilayah terkena banjir bandang pada september ini, yaitu Sindangbarang dan Sukanagara. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi, tetapi bergantung dari volume air hujan. Saat ini tetap tinggi, diharapkan tidak menyebabkan banjir bandang,” katanya.
Saat ini, kata dia, pihaknya siaga di beberapa titik rentan terjadi banjir bandang. Antisipasi dilakukan di kawasan Sungai Citarum blok Leuwi Jurig, Haurwangi dan Sungai Cibuni, Kadupandak yang kerap menjadi langganan banjir tahunan akibat air sungai meluap.
“Sebetulnya bencana tidak melihat musim, bencana apapun bisa terjadi. Namun, jika intensitas hujan tinggi, maka daerah perbukitan warga yang tinggal di sekitar sungai besar harus waspada. Saat hujan, potensi bencana bisa banjir atau longsor,” ujarnya.
Selain antisipasi dari BPBD, masyakarat pun diingatkan agar berhati-hati,a apalagi menjelang malam hari. Sebab bencana longsor atau banjir bandang terjadi pada malam hari.
“Paling tidak masyarakat sudah diingatkan agar hati-hati, apalagi biasanya (bencana) terjadi malam hari. Masyarakat diminta siaga juga. Mengingatkan kepada warga yang mendirikan bangunan di bantaran sungai agar tetap waspada, sebab tidak menutup kemungkinan terjadi (bencana) juga,” tuturnya.




