Waspada! Potensi Tsunami di Selatan Jabar

Ilustrasi tsunami (Foto: Ist)

GEMPA di zona subduksi selatan Jawa Barat bagian barat hingga  wilayah tenggara Sumatera, berdasarkan hasil penelitian teranyar,  berpotensi memicu gelombang tsunami setinggi 34 meter.

Hal itu terungkap dari tulisan yang diterbitkan di jurnal Natural Hazards seperti diungkapkan oleh Pepen Supendi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisik (BMKG) (Kompas, 2/11).

Tulisan itu sendiri berasal dari paper  peneliti post doctoral University of Cambridge bersama Sri Widyantoro dari ITB, Nicolas Rawlingson dari Dept. of Earth Sciences, Universitas Cambridge serta Tatik Yatimantoro, Daryono dan Dwikorita   Karnawati dari BMKG.

Penulis lainnya yang berkontribusi yakni Abdul Muhari dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rahma Hanifa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan sejumlah peneliti lainnya.

Diungkapkan, zona gempa di selatan Jawa bagian barat dan tenggara  Sumatera diketahui sangat aktif akibat pertemuan lempeng Indo-Australia dan subduksi di bawah lempeng Sunda, sehingga peristiwa megathrust besar terkait proses ini dicemaskan dapat memicu gempa dan tsunami besar.

Megathrust adalah jenis gempa antarlempeng terkuat di bumi yang menimbulkan energi sangat besar sehingga dapat menimbulkan kerusakan luas  pada permukaannya.

Berdasarkan hasil data katalog seismik bersumber dari BMKG dan International Seismological Center (ISC) periode April – Juli 2020, para peneliti melakukan relokasi hipocenter gempa bumi. Hasilnya, ditemukan celah seismik besar di selatan Jawa bagian barat dan tenggara pulau Sumatera.

Celah sesimik tersebut digambarkan dengan jelas oleh pola kegempaan yang melengkung kuat di atas lempengan Sunda yang menunjam.

Sementara hasil relokasi hiposenter yang terbentuk juga menunjukkan adanya gugus hampir vertikal di selatan Jawa bagian barat yang kemungkinan terkait dengan patahan backtrust atau sesar belakang.

Mengacu pada studi berbasis pengukuran global positioning system (GPS) sebelumnya, zona kegempaan tersebut menjadi sumber potensial gempa megathrust berkekuatan M8,9 ke depannya

Melalui pemodelan tsunami di wilayah tersebut untuk du scenario berdasarkan perkiraan celah seismisitas dan keberadaan sesar belakang, gelombang tsunami maksimal bisa mencapai 34 meter di sepanjang barat Sumatera bagian selatada pantai selata Jawa dekat Ujung Kulon.

Sebelumnya, 18 tahun lalu terjadi tsunami besar di Aceh, berawal  dari gempa di berkekuatan 9,3 SR di kedalaman 10 Km di Samudera Hindia pada Minggu, 26 Desember 2004 mennaikkan permukaan laut sampai 30 meter, bahkan di Lhoknga sampai 41 meter.

Sekitar 170 ribu orang tewas dalam musibah akibat  gelombang berkecepatan 100 meter per detik atau 360 Km perjam yang menyapu area seluas 800 Km2 di propinsi terujung Barat NKRI itu.

Waspada dan terus lakukan mitigasi bencana!

 

Advertisement