Waspada! Udara panas

Suhu udara ekstrim di sejumlah wilayah di Asia termasuk Indonesia. Di India 96 orang tewas dan di Thailand 30 orang tersengat panas.

WARGA ibukota da sejumlah wilayah di Indonesia dalam pekan-pekan  terakhir ini mengalami kegerahan, bahkan juga di malam hari sehingga banyak yang tidak bisa tidur nyenyak.

Bagi yang tempat huniannya ber-AC atau menggunakan kipas angin, panasnya suhu udara mungkin tidak terlalu menganggu, walau sebagian lansia, malah meriang atau tidak tahan dengan alat-alat penyejuk udara tersebut.

Kenaikan suhu udara terjadi akibat febomena mendekatnya jarak matahari dan bumi, diperburuk dampak el-Nino yang membuat suhu permukaan air di Samudera Pasifik timur dan tengah menjadi lebih hangat.

Sepanjang April 2024, kenaikan suhu yang cukup ekstrem terjadi di beberapa negara di benua Asia.

Di Indonesia masih mending, suhu udara selama April berkisar antara 37,5 sampai 37,8 derajat Celsius, padahal di sejumlah negara di Asia terjadi kenaikan suhu secara ekstrim, misalnya di Nepal (40 derajat C), Bangladesh, India, Kamboja (42 C), Filipina (45 C), Myanmar (46 C),  Thailand (52 C), bahkan di wilayah Phuket sampai 56 derajat C.

Terjadinya gelombang panas membuat Pemerintah Filipina mengambil kebijakan meliburkan sekolah dan mengimbau masyarakat lebih hati-hati saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

BMKG Filipina juga mengingatkan, level panas yang mencapai 45 derajat Celsius dianggap berbahaya dan berpotensi menyebabkan heat stroke , sedangkan di Thailand, suhu udara mencapai 52 derajat C, bahkan di kota wisata Phuket tembus 56 derajat C. Tercatat 30 orang tewas selama April akibat sengatan panas di Thailand dan 96 orang di India.

Sejumlah warga di kota-kota besar di Vietnam memilih berlindung di pusat-pusat perbelanjaan ber-AC, sedangkan pemadam kebakaran setempat mengingatkan potensi kebakaran lahan dan hutan, dehidrasi dan penyakit akibat suhu udara ekkstrim lainnya.

Di Bangladesh, BMKG setempat mengingatkan berlanjutnya gelombang panas yang sudah berlangsung sejak April lalu yang mencegah 33 juta anak usia sekolah tinggal di rumah karena suhu udara mencapai 42 derajat C.

Sementara lapora Organisasi Meteorlogi Dunia (WMO) 2023 mengingatkan, benua Asia adalah wilayah paling rentan terhadap bencana cuaca,iklim dan hidrometeorologi.

Hal itu tercermin dari indikator utama perubahan iklim yakni kenaikan suhu permukaan air, penyusutan gletser serta kenaikan muka laut yang berdampak besar bagi masyarakat, perekonomian dan ekosistem di sekitarnya.

Anomali suhu yang terjadi sepanjang April 2024 dimungkinkan sekali berlanjut pada Mei 2024.

Waspada dan wapada! Banyak minum untuk menghindari dehidrasi, hindari tempat terbuka pada siang hari dan jaga asupan nutrisi. (berbagai sumber/ns)

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here