Zakat Sebagai Investasi Sosial Segera Terwujud  

 

JAKARTA (KBK) – Ambisi Indonesia untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi islam, mesti dibarengi dengan totalitas kegiatan ekonomi. Oleh karena itu pemerintah harus cermat betul mengidentifikasi potensi-potensinya termasuk dimana zakat harus berperan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo dalam diskusi BAZNAS Development Forum, Zakat Sebagai Investasi Sosial di Jakarta (20/9).

Menurut Bambang ada dua sektor ekonomi di Indonesia, pertama sektor ekonomi bermotif keuangan atau riil dan kedua sektor ekonomi bermotif sosial. Dengan menggunakan motif sosial lanjut Bambang, zakat diyakini dapat berperan lebih luas membangun bangsa. Di luar zakat, juga ada wakaf dibawah BWI dan lembaga keuangan haji yang bisa berperan lebih maksimal. Sekarang tambah Bambang bagaimana sosial return on investment bila zakat dijadikan sebagai investasi sosial.

“Kalau saya usul bisa menggunakan mekanisme nilai tambah, kemudian nilai tambah ini dikembangkan. Beberapa capaian yang dihasilkan, dikurangi bahan baku dan penolong. Jadi nanti  laporannya bukan income statment tetapi laporan nilai tambah. kemudian bisa menghitung sosial return,” ujar Bambang dalam paparannya.

 

Advertisement