Zikir Akhir Tahun sebagai Sarana Muhasabah Diri

Zikir akhir tahun sebaiknya dilakukan umat Muslim. (Foto: Pixabay)

Jakarta, KBKNews.id – Akhir tahun sering kali identik dengan liburan. Di penghujung Desember 2025, banyak orang memilih berhenti sejenak dari rutinitas.

Namun di balik riuhnya liburan akhir tahun, ada satu tradisi spiritual yang sarat makna dalam Islam, yakni zikir.

Bagi seorang Muslim, pergantian waktu bukan sekadar pergantian kalender, tetapi momentum untuk muhasabah. Mereka akan mengingat kembali perjalanan hidup, kesalahan, nikmat, dan peluang untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun berikutnya.

Makna Zikir Akhir Tahun Hijriah

Zikir akhir tahun Hijriah merupakan amalan yang dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Allah SWT sekaligus permohonan ampun atas segala khilaf yang telah berlalu. Zikir ini menjadi penutup perjalanan satu tahun, agar lembaran waktu yang ditinggalkan berakhir dengan doa dan penghambaan, bukan sekadar kesibukan duniawi.

Secara tradisi, doa dan zikir akhir tahun dibaca setelah Ashar hingga menjelang Magrib, tepat sebelum pergantian tahun Hijriyah. Waktu ini dipandang istimewa karena menjadi batas antara masa lalu dan masa yang akan datang.

Waktu Pelaksanaan Zikir Akhir Tahun

Dalam penanggalan Hijriah, pergantian hari dimulai setelah terbenamnya matahari. Karena itu, zikir akhir tahun dibaca sebelum Magrib di hari terakhir bulan Zulhijah.

Sebagai contoh, pada akhir tahun 1444 Hijriah, zikir akhir tahun dibaca pada sore hari tanggal 29 Zulhijah, sementara tahun baru 1 Muharram 1445 Hijriah dimulai setelah Magrib.

Meski konteks waktunya Hijriah, nilai spiritual zikir akhir tahun tetap relevan untuk direnungkan di tengah liburan akhir tahun Masehi, seperti pada penutupan tahun 2025.

Rangkaian Zikir Akhir Tahun

Berikut rangkaian zikir akhir tahun Hijriah yang umum diamalkan oleh umat Islam:

1. Membaca Sayyidul Istigfar (3 Kali)

Teks Arab
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha menepati janji dan ketaatanku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu dan mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

Sayyidul Istigfar disebut sebagai istigfar paling utama karena mencakup pengakuan dosa, nikmat, dan ketergantungan penuh kepada Allah.

2. Membaca Selawat Nabi (11 Kali)

Teks Arab
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad.”

Selawat menjadi penghubung doa seorang hamba agar lebih mudah diterima, sekaligus wujud cinta kepada Rasulullah Saw.

3. Membaca Ayat Kursi (7 Kali atau 1 Kali)

Teks Arab dan Latin
Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) dibaca sebagai doa perlindungan dan pengakuan atas kebesaran Allah, yang menjaga langit dan bumi tanpa rasa letih.

Ayat ini menegaskan, hanya Allah yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, dan Maha Menjaga seluruh makhluk-Nya.

Mengakhiri Tahun dengan Kesadaran Spiritual

Di tengah suasana liburan akhir tahun 2025, ketika banyak orang sibuk merancang resolusi, destinasi wisata, atau target karier, zikir akhir tahun mengajak kita berhenti sejenak. Ia mengingatkan, hidup bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga tentang pertanggungjawaban.

Menutup tahun dengan zikir berarti menyerahkan seluruh catatan hidup kepada Allah. Yang baik disyukuri, yang salah dimohonkan ampun, dan yang belum tercapai diserahkan kepada kebijaksanaan-Nya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here