GAZA – Kebakaran yang terjadi sekitar pemukiman Israel di serambi Gaza terus meluas hingga 33 titik sejak tadi pagi, (10/7/2018). Kebakaran disebabkan balon helium dan pesawat kertas yang diterbangkan dari Gaza .
Akibat serangan api dari Gaza ini, pemerintah Zionis bertekad akan memperketat blokade Gaza.
Sumber media Ibarni menyebutkan, 33 kebakaran terjadi di wilayah serambi Gaza sejak pagi hari akibat balon api. Kebakaran terus terjadi akibat balon-balon hingga pemerintah Zionis yang dipimpin Benyamin Netanyahu dan menteri perang Zionis, Evigdor Liberman memutuskan untuk meningkatkan tekanannya pada Gaza.
Keputusan ini mencakup penutupan perlintasan Karem Abu Salem yang melarang semua barang masuk ke Gaza, kecuali makanan dan obat-obatan. Mereka juga melarang ekspor dan impor semua bentuk barang Gaza dan penyempitan zona laut bagi nelayan Gaza dari 9 mil menjadi 6 mil saja. Pemerintah Zionis akan mulai memberlakukan pengetatan di pergerakan perlintasan dengan Gaza dengan tujuan menekan Hamas juga.
Dikutip dari Pusat Informasi Palestina, Radio Zionis melaporkan kerugian akibat balon-balon udara Palestina mencapai 8,5 juta shekel atau senilai 2,5 juta dollar AS. Selain itu, kebakaran yang sudah mencapai 5000 hektar areal pertanian selama kurang lebih tiga bulan yang lalu telah kerugian sangat besar bagi pemerintahan Zionis seperti hutan-hutan, zona perlindungan alam serta infra struktur wilayah permukiman Israel.





