10 Kota Toleran di Indonesia

Salatiga di Jawa Tengah kembali mencapai skor tertinggi Kota Toleran 2020 dari 10 kota toleran di Indonesia yang dinilai Seetara Institut.

SIKAP toleran di tengah pluralitas bangsa Indonesia yang terdiri dari aneka ragam etnis, agama dan budaya serta tersebar di belasan ribu pulau dalam bingkai NKRI suatu keniscayaan yang harus terus dipupuk dan dibangun.

Untuk itu, Setara Institut mencatat Indeks Kota Toleran (IKT) yang skornya meningkat dari tahun ke tahun, misalnya yang tertinggi, IKT-nya mencapai 6.717 atau naik dibandingkan 6.513 dua tahun lalu (2018).

Sepuluh kota dengan tingkat toleransi tertinggi yakni Salatiga (6.717) Singkawang (6.450), Manado (6.200), (Tomohon 6.183),   Kupang (6.037), Surabaya (6.033) Ambon (5.733) Kediri (5.583), Sukabumi (5.546) dan Bekasi (5.530) yang dipilih dari 94 kota.

Ada delapan kriteria yang digunakan Setara sebagai indikator untuk meniliti kota paling toleran, yakni rencana pembangunan dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan produk hukum pendukung lainnya.

Indikator lainnya: tidaknya kebijakan diskriminatif, pernyataan pejabat kunci tentang peristiwa intoleransi, tindakan nyata terkait peristiwa, peristiwa intoleransi, dinamika masyarakat sipil terkait kasus intoleransi, heterogenitas keagamaan penduduk dan inklusi sosial keagamaan.

Selain itu, Setara Institute juga menggunakan empat variabel dalam menentukan skor akhir dari kota yang memiliki tingkat toleran tinggi yakni pemerintah kota memiliki regulasi yang kondusif bagi praktik dan promosi toleransi.

Lalu, pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah kota tersebut dinilai kondusif bagi praktik dan promosi toleransi, tingkat peristiwa dan tindakan pelanggaran kebebasan beragama rendah atau  kota-kota tersebut menunjukkan upaya yang cukup dalam tata kelola keberagaman identitas keagamaan warganya.

Hasil skor 2020 menunjukkan, sebagian besar kota yang masuk 10 kota dengan IKT tertinggi pada 2018 masih bertahan, meskipun posisinya bertukar, misalnya Singkawang yang sebelumnya menempati posisi pertama, turun ke posisi dua, digantikan Salatiga yang pada IKT 2018 berada di posisi dua.

Begitu pula Ambon yang pada IKT 2018 berada di posisi 5 turun ke posisi 7, digantikan Kupang yang pada IKT 2018 berada di posisi 7, sementara pada IKT 2020, Kediri dan Sukabumi tampil sebagai pendatang baru.

Kenaikan dua kota ini menjadi cerminan bahwa pemerintah kota di berbagai daerah pada dasarnya telah mulai bergerak dan menaruh perhatian serius memajukan kehidupan yang toleran.

Sikap toleran dan saling menghargai merupakan salah satu modal utama bangsa Indonesia untuk bersatu memapak kehidupan lebih baik ke depan (Kompas.com/ns)

 

 

Advertisement