JAKARTA – Tercatat sudah ada 10 pasien yang meninggal setelah mendapatkan injeksi bupivacaine, di tujuh kota di Indonesia. Kasus ini tidak bisa dianggap remeh.
Hal tersebut ditegaskan Anggota Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf, dan dikutip dari Detikcom, “Tidak bisa kita mengatakan ini kasus sentinel, tetapi ini adalah siaga 1 karena obat jenis ini digunakan di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jendral Pelayanan Kesehatan telah mengeluarkan edaran yang melarang penggunaan 2 produk injeksi bupivacainee. Larangan tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Anggota DPR yang dulunya berprofesi aktor ini pun mendesak agar kasus ini ditelusuri sampai tuntas. Jika perlu, seluruh produk bupivacain disetop dulu sampai benar-benar terungkap masalahnya.
“Harus diambil langkah konkret. Tidak bisa hanya 2 produk saja yang dilarang. Kalau ternyata besok terjadi pada produk yang lain bagaimana?” kata Dede Yusuf.
Tim penanganan Kejadian Sentinel Serius (KSS) menyebut ada 12 kejadian tidak diharapkan usai pemberian injeksi bupivacaine, 10 di antaranya meninggal dunia. Kedua belas kasus tersebut terjadi hanya dalam kurun 3 pekan sejak meninggalnya 3 pasien di RS Mitra Husada Pringsewu, Lampung.
Dari 10 kasus meninggal, 7 di antaranya mendapat injeksi bupivacainee produksi PT Bernofarm sedangkan pada 5 kasus mendapat produk buatan PT Dexa Medica. Sementara menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pemeriksaan menunjukkan bahwa semua produk bupivacain telah memenuhi syarat.





