JAKARTA, KBKNews.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengumumkan bahwa program Sekolah Rakyat tahun ini akan segera dimulai, dengan pelaksanaan tahap pertama di 100 lokasi yang dirancang untuk menampung lebih dari 9.700 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Hal ini disampaikan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pemangku kepentingan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7/2024).
Saifullah, yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa masa orientasi program akan dimulai pada 14 Juli 2025. Selain itu, Kementerian Sosial juga tengah merancang pelaksanaan tahap kedua Sekolah Rakyat di 100 titik tambahan, yang akan memanfaatkan fasilitas milik Kementerian Ketenagakerjaan.
“Insyaallah, bulan Juli mulai masa orientasi. Sudah disiapkan 100 titik, kapasitasnya 9.700 lebih KPM,” ujarnya.
Masa orientasi akan berlangsung selama dua hingga tiga bulan sebelum peserta masuk ke tahap pembelajaran. Proses belajar akan berjalan secara bertahap, disesuaikan dengan kesiapan masing-masing lokasi.
Setiap Sekolah Rakyat akan menampung rata-rata 25 peserta dalam satu rombongan belajar (rombel). Jumlah rombel di tiap sekolah akan disesuaikan dengan kapasitas yang tersedia.
“Ada yang dua rombel, ada yang sampai empat,” ucapnya.
Gus Ipul juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Termasuk rencana untuk memberikan pembekalan khusus bagi kepala sekolah dan guru yang akan terlibat dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat.
“Sekarang semua dalam proses. Pada saatnya nanti, kami akan memenuhi kesediaan Presiden untuk memberikan pembekalan,” tuturnya.




