100 Pengungsi Diserang Diare

0
155

ACEH – Seratusan pengungsi asal Myanmar dan Bangladesh yang telah ditampung di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, terserang diare. Sedangkan para pengungsi yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara pada Kamis (14/5/2015) kemarin tercatat 13 orang, semuanya akibat dehidrasi.

Pimpinan tim dokter Aceh Utara dan Lhokseumawe, Dr dr Indra Z SpTHT menjelaskan, pihaknya kemarin telah menurunkan sepuluh dokter dan 40 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal) ke lokasi pengungsian di Lapang. Mereka juga membawa obat-obatan yang berasal dari sumbangan sejumlah apotek dan hasil penggalangan dana dari pihaknya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap 200-an pengungsi yang mengeluh sakit, sekitar seratus orang terserang diare. “Wajar saja mereka terkena diare karena hampir empat bulan di laut. Makan tidak teratur, terkena angin, dan tak cukup istirahat,” jelas dr Indra.

Selebihnya, ada yang mengalami gangguan saluran pernapasan dan penyakit kulit. “Dalam pemeriksaan yang kita lakukan tadi (kemarin -red) ada juga kita temukan dua orang yang dehidrasi, sehingga langsung kita rujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia, sehingga jumlah pengungsi yang kini dirawat di rumah sakit 13 orang,” ujar dr Indra.

Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, Amir Hamzah, menyebutkan 583 pengungsi asal Myanmar dan Bangladesh yang sebelumnya ditampung di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lhoksukon, Aceh Utara, sejak Rabu (13/5/2015) sore telah dipindah ke TPI Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara. Alasannya, karena kapasitas dan fasilitas di GOR Lhoksukon tak memadai untuk menampung 583 pengungsi.

“Kawasan TPI Kuala Cangkoi punya tiga gedung utama. Satu gedung mampu menampung sekitar 200 orang. Tapi yang pasti, gedung untuk anak-anak dan perempuan kita pisah dengan pria dewasa,” ujarnya .  – Serambi Indonesia

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here