12.708 Migran Afrika Sudah Dipulangkan dari Libya

Ilustrasi migran Afrika di Tripoli/ Reuters

ETHIOPIA – Uni Afrika sejauh ini telah memulangkan total 12.708 migran dari Libya setelah KTT Uni Eropa Uni Eropa yang diadakan di kota Gading, Abidjan, pada Desember 2017.

Amira El Fadil, Komisaris Urusan Sosial AU, mengumumkan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers di sela-sela pertemuan Menteri Luar Negeri Afrika di ibukota Ethiopia, Addis Ababa, Jumat (26/1/2018).

Para menteri tersebut akan bertemu untuk mempersiapkan agenda pertemuan puncak Pemimpin yang dijadwalkan pada hari Minggu.

“Uni Eropa memberi Afrika $ 100 juta untuk repatriasi migran dari Libya,” kata El Fadil. “Target kami adalah untuk memulangkan 15.000 migran dari Libya di bawah program ini.” tambahnya.

Sebuah rekaman media  yang menunjukkan perdagangan “budak” di Libya mengejutkan seluruh benua Afrika,dan  beberapa menyalahkan kebijakan Uni Eropa untuk mencegah migran menyeberangi Laut Tengah.

Namun, komisaris tersebut mengatakan bahwa pertemuan puncak Abidjan merancang sebuah kebijakan untuk dialog antara organisasi Pan-Afrika dan Uni Eropa untuk mempromosikan migrasi legal.

“Ada 621.706 migran yang saat ini berada di Libya [dan] migran dari negara-negara Afrika [575.569] merupakan mayoritas, mewakili 93% dari total migran yang hadir di Libya.” katanya, dikutip Anadolu.

“Libya menjadi tuan rumah para migran dari 31 negara Afrika yang berbeda, dan mayoritas berada di bagian Barat negara itu (82.220 di Tripoli, 84.873 di Almagreb dan 76.012 di Misrata),” tambahnya.

Ketika ditanya tentang “perdagangan budak” di Libya, dia mengatakan hal itu dilakukan oleh kelompok kriminal.

“Kami memiliki jaringan penjahat,  mereka bekerja sama, “katanya dan menambahkan hanya beberapa dari 54 pusat penahanan yang diidentifikasi di seluruh Libya berada di bawah kendali pemerintah.

Mayoritas pusat tersebut, menurut dia, berada di bawah kendali kelompok kriminal.

Advertisement