CILACAP – Angin kencang melanda wilayah pesisir selatan Kabupaten Cilacap dan Banyumas bagian selatan pada Jumat (26/1/2018) malam.
Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan berdasarkan analisis sementara, kecepatan angin yang tercatat di Stasiun Meteorologi Cilacap maksimum 32 knot atau sekitar 62 kilometer per jam, sedangkan di Pos Pengamatan Bandara Tunggul Wulung mencapai 39 knot atau 78 kilometer per jam.
Menurut dia, angin kencang tersebut berdampak pada kejadian pohon tumbang dan atap rumah beterbangan terbawa angin di sejumlah wilayah Cilacap dan Banyumas.
Ia mengatakan salah satu penyebab terjadinya angin kencang, yakni adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.
Dalam hal ini, tekanan udara di belahan bumi utara tercatat sebesar 1.032 milibar, sedangkan di belahan bumi selatan sebesar 999 milibar yang berlokasi di sekitar Australia bagian utara.
“Angin bertiup dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan ini memicu terjadinya angin kencang di wilayah pesisir selatan Cilacap dan Banyumas bagian selatan,” jelasnya.
Menurut dia, kondisi seperti itu diprediksi akan berlangsung hingga satu atau dua hari ke depan dengan puncak angin kencang diprakirakan sudah terjadi Jumat (26/1) malam
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan jangan percaya pada berita yang menyesatkan,” katanya, Sabtu (27/1/2018), dikutip Antara.




