JAKARTA, KBKNews.id – Institut Kemandirian (IK) Dompet Dhuafa merayakan 20 tahun eksistensinya dalam membangun kemandirian masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Selama dua dekade, IK telah melahirkan 44 program diklat yang menjangkau 8.500 penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Direktur IK Dompet Dhuafa Abdurrahman Usman dalam mengutip hadis “Khoirunnas anfa’uhum linnas” (Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain). Filosofi ini menjadi landasan gerakan IK sejak didirikan oleh Dompet Dhuafa, lembaga filantropi yang konsisten memberdayakan masyarakat prasejahtera.
Meski telah meluncurkan 44 program, saat ini IK fokus pada 17 program unggulan untuk memperkuat dampak.
“Kami menyadari, banyak program belum tentu berdampak besar. Ke depan, kami akan memperkecil skema tetapi fokus pada spesialisasi program yang lebih terukur,” kata Usman di BSD, Tangsel, Selasa (27/5/2025).
Langkah ini sejalan dengan visi 20 tahun pertama sebagai peletakan pondasi. IK juga mengusung konsep philantropreneurship (filantropi wirausaha) yang diwujudkan dengan kolaborasi.
“Kemandirian tidak bisa diwujudkan sendirian. Kolaborasi adalah kunci,” katanya.




