Helsinki, kota Zero lakalantas

Helsinki, kota bebas atau nol korban lalulintas. Patut ditiru. Bayangkan Jakarta dengan 619 korban tewas dan Indonesia sekitar 23.000 lebih. (ilustrasi: Unsplash)

CAPAIAN Helsinki, ibu kota Finlandia –  salah satu negara di kawasan Nordik – dengan zero kecelakaan lalu lintas, pantas ditiru, berbanding terbalik dengan Jakarta atau kota kota di Indonesia lainnya.

Selain Helsinki, diberitakan Deutsche Welle dan dikutip Kompas.com (22/8),  ibu kota Norwegia, Oslo juga pernah mencapai zero korban jiwa akibat lakalantas pada 2019, namun Helsinki disebut sebagai kota paling sukses menihilkan kematian akibat lakalantas.

Korban jiwa terakhir di Kota Helsinki yang berpenduduk 690.000 jiwa terjadi pada Juli 2023.

Tingkat korban jiwa di jalan raya ibu kota Finlandia jauh lebih rendah dibanding ibu kota Eropa lainnya, baik secara absolut maupun per kapita.

Hingga awal Juli 2024, tercatat empat korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas, atau 0,59 per 100.000 penduduk. Sebagai perbandingan, Berlin mencatat 1,45 per 100.000, dan London 110. Adapun ibu kota Norwegia Oslo, yang berukuran sedikit lebih besar dari Helsinki, mencatat 0,56 kasus per 100.000 jiwa.

Menurut Roni Utriainen, insinyur lalu lintas dan perencana jalan di Kota Helsinki, ada beberapa alasan yang berkontribusi terhadap keberhasilan tersebut.

Aturan yang berkontribusi penting menghindari lakalantas adalah penurunan batas kecepatan menjadi 30 kilometer per jam,  walau tidak diterapkan secara seragam di seluruh Helsinki, berlaku di lebih dari separuh jalan kota.

Helsinki juga menurunkan batas kecepatan di sekitar sekolah menjadi 30 km/jam pada awal musim panas ini untuk melindungi anak-anak yang berangkat ke sekolah.

“Saya pikir ini adalah salah satu langkah kunci. Hanya menurunkan batas kecepatan memang tidak cukup, tetapi tetap penting,” ujar Utriainen kepada DW.

Vison Zero

Capaian Helsinki sejalan dengan program “Vision Zero” Uni Eropa, yang menargetkan angka mendekati nol korban jiwa di jalan raya pada 2050.

Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah kota Helsinki meluncurkan Traffic Safety Development Programme untuk membuat jalanan lebih aman dan lebih bertanggung jawab secara sosial.

Helsinki mengidentifikasi rute terpenting bagi keselamatan anak-anak, pejalan kaki, dan pesepeda, lalu membangun ulang infrastrukturnya sesuai kebutuhan.

Renovasi mencakup pembangunan ulang jalur sepeda dan penerangan jalan, perbaikan pedoman, serta jaringan kerja sama dengan kota dan institusi lain.

Menurut Utriainen, peningkatan penggunaan transportasi umum, yang mengurangi jumlah mobil di jalan, juga menjadi prioritas.

Demi mencegah kecelakaan, Helsinki mengumpulkan data kecelakaan, kecepatan kendaraan, serta mengikun warga untuk mengidentifikasi bagian jalan berbahaya atau lokasi rawan kecelakaan.

Data ini membantu perencana lalu lintas memahami bagaimana arus transportasi kota bekerja dan di mana perubahan perlu dilakukan.

Data juga digunakan untuk merancang jalan dan penyeberangan pejalan kaki, jalur sepeda, dan transportasi umum.

Hagen Schüller, perencana lalu lintas dan insinyur di PTV Transport Consult di Berlin mengatakan, mempertimbangkan banyak titik data adalah hal penting dalam perencanaan lalu lintas modern.

Namun, ini pekerjaan yang kompleks. “Anda harus memperhitungkan banyak faktor. Itu membuat keselamatan jalan sangat kompleks,” kata Schüller kepada DW.

“Di sebagian besar kota besar, ada pusat pengendalian lalu lintas di mana seluruh arus kendaraan dipantau melalui sensor, kamera, dan detektor,” ujarnya.

“Tidak semua faktor bisa dikendalikan, seperti cuaca buruk, tetapi menghilangkan satu faktor dapat menciptakan penyangga, sehingga kecelakaan tidak terjadi,” imbuhnya.

Koordinasi polsi dan Pemkot

Koordinasi antara pemerintah kota dan kepolisian, menurut Schuller,  memungkinkan Helsinki menegakkan aturan dan mengendalikan kecepatan lalu lintas.

“Pembatasan kecepatan adalah salah satu langkah penting untuk mengatasi kecepatan aktual di jalan,” kata Utriainen kepada DW.

“Polisi bertanggung jawab atas penegakan aturan kecepatan di Finlandia, tetapi pemerintah kota bertanggung jawab membangun titik kontrol tetap, yang kemudian dioperasikan polisi,” lanjutnya.

Kini, terdapat 60 titik kontrol tetap dengan kamera kecepatan di sekitar Helsinki, terutama di jalan dengan batas kecepatan 40 km/jam atau lebih.

Bandingkan dengan DKI Jakarta dan sekitarnya dengan 619 korban tewas dan 11.442 kasus lakalantas pada 2024 dan Indonesia dengan 22. 970 korban tewas dan 220.647 lakalantas. .

Penyebabnya cukup kompleks, akumulasi berbagai penyimpangan mulai dari mudahnya mendapatkan SIM, termasuk cukup membayar tanpa uji berkendara, rendahnya disiplin dan ugal-ugalan pengendara, pungli di jalan raya, kondisi jalan serta cuaca serta segudang persoalan lainnya.

Kapan ya semua dibenahi dengan serius?

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here