31 Relawan Pendidikan Terjun ke Aceh dan Sumatra, Bantu Trauma Healing

Relawan RDP akan diberangkatkan ke Aceh dan Sumatra (Foto: M Fida)

JAKARTA, KBKNews.id — Sebanyak 31 Relawan Respon Darurat Pendidikan (RDP) Dompet Dhuafa akan bertugas ke wilayah bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra. Mereka akan membantu trauma healing pengungsi dan menangani kebutuhan pendidikan masyarakat.

Merespons dampak bencana yang tidak hanya merusak fisik bangunan tetapi juga mengguncang psikososial siswa, Dompet Dhuafa melalui Great Edunesia menerjunkan tim dengan tujuh program intervensi utama.

Program tersebut mencakup pendirian Sekolah Darurat, distribusi perlengkapan sekolah (School Kit), serta layanan Psychological First Aid (PFA) untuk pemulihan trauma. Selain itu, relawan juga dibekali kemampuan untuk menjalankan program Sekolah Ceria, layanan vokasi, renovasi sekolah ringan, hingga Kelas Literasi Kreatif (KLIK) Kebencanaan demi memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.

Dalam arahannya, Command Center Dompet Dhuafa, Bobby Manullang darimenekankan bahwa bekal utama relawan bukan hanya kemampuan teknis, melainkan mentalitas hospitality atau keramahtamahan.

Dia mengingatkan relawan untuk tidak hadir sebagai pihak yang menggurui, tetapi harus mampu membaur dan membangun mutual respect dengan para penyintas.

“Jika belum bisa senyum simetris, jangan turun ke lapangan dulu,” ujar Bobby.

Tantangan di lapangan digambarkan sangat berat, di mana bencana kali ini dinilai lebih kompleks dari sekadar banjir biasa, melainkan sebuah krisis ekologi. Bobby mengungkapkan kondisi di beberapa titik di Aceh di mana lumpur menimbun pemukiman hingga setinggi atap rumah atau setara pohon kelapa sawit rakyat.

Command Center Dompet Dhuafa, Bobby P Manullang (Foto: M Fida)

Kondisi ini menyebabkan sekolah-sekolah terendam lumpur pekat dan tidak mungkin digunakan dalam waktu dekat, menciptakan risiko learning loss atau hilangnya masa belajar bagi ribuan siswa yang kini tidak bisa mengikuti ujian semester.

Oleh karena itu, peran relawan RDP tidak sekadar mengajar, tetapi juga bertindak sebagai agen asesmen untuk merancang proposal pemulihan (recovery) jangka panjang. Relawan ditugaskan untuk memetakan kebutuhan sarana pendidikan darurat yang realistis, mengingat pemerintah daerah masih berfokus pada pembukaan akses jalan dan alat berat.

Data asesmen dari relawan ini nantinya akan menjadi dasar bagi Dompet Dhuafa untuk menggulirkan program rekonstruksi sekolah maupun pengadaan fasilitas belajar yang lebih permanen pasca-masa tanggap darurat.

Selain aspek teknis, relawan juga diminta menjadi duta edukasi lingkungan yang persuasif bagi masyarakat. Mengingat bencana ini dipicu oleh gangguan keseimbangan alam di gugusan Bukit Barisan, relawan diharapkan mampu menyisipkan pesan-pesan penyadaran ekologis kepada warga tanpa bersikap provokatif.

Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa menjaga resapan air dan tidak menebang pohon secara liar adalah bagian vital dari mitigasi bencana di masa depan, demi mencegah terulangnya tragedi serupa.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here