JAKARTA – Berbagai negara memiliki tradisi kuliner unik yang dirayakan untuk menyambut tahun baru, dengan harapan membawa kebahagiaan, kesehatan, dan kemakmuran.
Dilansir dari Times Now, Senin (30/12/2024), makanan memainkan peran penting dalam perayaan tersebut, tidak hanya sebagai pengikat keluarga dan teman, tetapi juga sebagai simbol keberuntungan dan kesejahteraan di tahun yang akan datang.
1. Anggur Keberuntungan (Spanyol)
Di Spanyol, ada tradisi “Las Doce Uvas de la Suerte” saat malam tahun baru. Ketika jam berdentang tengah malam, orang-orang memakan 12 butir anggur—satu untuk setiap dentang jam.
Ritual ini dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran untuk setiap bulan di tahun mendatang. Anggur khusus untuk tradisi ini biasanya dijual dalam kemasan meriah.
2. Mi Soba dan Osechi-Ryori (Jepang)
Di Jepang, tahun baru dirayakan dengan Toshikoshi Soba, mi soba yang melambangkan umur panjang dan daya tahan. Mi ini biasanya disantap sebelum tengah malam.
Selain itu, ada Osechi-Ryori, hidangan tradisional berisi makanan berwarna-warni, seperti datemaki (untuk kemakmuran) dan kuromame (untuk kesehatan), yang disajikan dalam kotak bento cantik.
3. Tteokguk (Korea Selatan)
Di Korea Selatan, tahun baru dirayakan dengan Tteokguk, sup kue beras yang diiris tipis. Hidangan ini dipercaya membawa keberuntungan sekaligus melambangkan pertambahan usia.
4. Tamale dan Rosca de Reyes (Meksiko)
Orang Meksiko menikmati Tamale, adonan jagung yang diisi daging, keju, atau kacang, lalu dibungkus daun jagung atau pisang dan dikukus. Hidangan manis khas lainnya adalah Rosca de Reyes, roti berbentuk cincin yang dihias buah manisan, biasanya disantap menjelang Hari Tiga Raja pada 6 Januari.
5. Kacang Lentil dan Zampone (Italia)
Di Italia, kacang lentil melambangkan kekayaan karena bentuknya menyerupai koin. Hidangan ini sering disajikan bersama zampone (kaki babi isi) atau cotechino (sosis babi berbumbu) setelah tengah malam, sebagai simbol kelimpahan dan harapan tahun yang makmur.
6. Hoppin’ John (Amerika Serikat)
Di wilayah selatan AS, hidangan Hoppin’ John yang terdiri dari kacang polong hitam, nasi, dan daging babi menjadi menu wajib tahun baru. Kacang polong hitam melambangkan koin, sementara sayuran hijau melambangkan uang, menjadikannya simbol keberuntungan.
7. Sabzi Polo Mahi (Persia)
Tahun baru Persia (Nowruz) dirayakan dengan Sabzi Polo Mahi, nasi berempah yang disajikan dengan ikan. Rempah hijau melambangkan pembaruan, sementara ikan melambangkan kehidupan dan kelimpahan.
8. Kransekage (Denmark)
Di Denmark, tahun baru dirayakan dengan Kransekage, kue berbentuk kerucut yang terdiri dari cincin marzipan bertumpuk. Hidangan ini sering dihias dengan lapisan gula, cokelat, dan kacang almond, melambangkan kelimpahan serta kebahagiaan.
9. Pangsit (Cina)
Di Cina, pangsit menjadi hidangan wajib untuk perayaan tahun baru. Bentuknya menyerupai koin kuno Cina, melambangkan kekayaan dan kemakmuran.
Tradisi ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan keluarga melalui kegiatan bersama membuat pangsit.
Tradisi makanan ini tidak hanya menciptakan kebersamaan, tetapi juga memperkuat harapan akan keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan untuk tahun yang akan datang.





