9 Negara Berbahaya Dikunjungi

Global Guardian memetakan klasifikasi potensi risiko kunjungan wisata ke sejumlah negara

SEMBILAN negara di kawawan Eropa, Timur Tengah dan Asia masuk dalam daftar klasifikasi rujukan pariwisata berisiko ekstrim untuk dikunjungi.

Penilaian Risiko Global Tahunan disusun oleh Global Guardian, konsultan  yang mengkhususkan diri terkait risiko perjalanan,  mengindentifikasi potensi risiko perjalanan dan  zona konflik geopolitik di negara-negara di seluruh dunia.

Dalam daftar tersebut dimuat status negara mulai dari yang “berisiko rendah”, “sedang”, “tinggi” hingga ekstrim dan juga  menandai beberapa tempat yang memiliki “risiko geopolitik”, termasuk konflik apakah statusnya “dingin” (aman-red), “hangat”, atau “panas.”

Negara-negara yang dinyatakan “berisiko ekstrim”yakni Ukraina, Pakistan, Libya, Suriah, Somalia, Yaman, Afghanistan, Republik Afrika Tengah dan Burkina Faso.

“Berisiko ekstrem” berarti negara tersebut secara aktif terlibat dalam konflik dengan tingkat aktivitas kriminal dan kerusuhan sipil tinggi dan menunjukkan, lembaga-lembaga negara di sana idak mampu mengelola kelompok militan atau bencana skala besar.

Dalam analisisnya terkait Ukraina, GG menyebutkan, invasi Rusia ke Ukraina telah menyebabkan peningkatan dramatis biaya energi di tengah angka inflasi global yang sudah tinggi.

Daftar yang dimuat di koran the Guardian itu juga menyebutkan, destinasi wisata populer ke Meksiko berisiko tinggi akibat aksi-aksi kekerasan oleh kartel narkotika di kawasan wisata.

Sedangkan negara destinasi wisata populer lainnya seperti Thailand, India, Turki dan Filipina diklasifikasikan “berisko sedang”, baik akibat aksi-aksi kriminalitas maupun kerusuhan secara sporadis.

Di sisi lain laporan tersebut mencatat sejumlah negara berisiko rendah dengan menandainya di peta interaktif dengan warna hijau.

Sebaliknya, sejumlah negara seperti Jerman, Polandia, Norwegia, Irlandia, Lithuania, Latvia, Estonia dan Jepang sebagai lokasi wisata yang aman dan nyaman untuk dikunjungi, sementara Selandi Baru, Irlandia, Denmark dan Austria termasuk negara teraman.

Tidak disebutkan klasifikasi risiko berkunjung ke Indonesia dalam pemberitaan harian the Guardian tersebut, namun dilihat dari peta interakif yang dipampang, dengan warna oranye, kemungkinan  masuk kategori berisiko “sedang” untuk dikunjungi.

Untuk itu diminta agar para pelaku pariwisata seperti tour operator, penyelenggara pameran, konvensi, angkutan udara, darat atau laut dan juga calon pelancong atau penyedia jasa pariwisata lainnya berhati-hati.

 

Advertisement