
PAPUA – Trauma mendalam masih dirasakan 120 warga Jawa Timur yang merantau di Wamena, namun kini sudah berhasil pulang dan sampai diĀ Lanud Abdurahman Saleh, Malang, Jawa Timur, menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.
Mereka merasa lega bisa kembali ke kampung halaman dan disambut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Para pengungsi mengaku kelelahan, selain menempuh perjalanan udara selama hampir 7 jam melalui Biak dan Ambon, mereka juga sudah 4 hari tercekam rasa ketakutan di pengungsian. Seorang pengungsi asal Banyuwangi, Santi menitikan air mata menuturkan kepedihan yang dialaminya.
ā29 tahun saya di sana, ludes semua dibakar,ā katanya, dengan mata berkaca-kaca. Bersama enam anggota keluarganya kembali tanpa membawa apa pun karena rumah dan harta benda, serta pakaian habis terbakar.
Pengalaman memilukan juga dialami Widodo, lelaki asal Pasuruan. Dia mengaku masih sangat trauma dan tidak mau merantau kembali ke Wamena. Dia mengalami luka akibat lemparan batu dan beruntung bisa kembali ke Jawa Timur.
Dia mengaku terpaksa meninggalkan kerabatnya di Jayapura karena mengalami luka bakar. āMasih ada dua keluarga ditinggal. Mereka mengalami luka bakar di tubuh dan mata,ā sebutnya.
Senasib dengan Basori, pengungsi asal Pasuruan lainnya. Dia selamat saat terjadi kerusuhan karena bersembunyi di dalam got setelah diserang dan dilempari batu. āMasih banyak teman yang tertinggal di sana. Saya trauma dan ngak mau kembali ke Wamena,ā tuturnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan, para pengungsi berasal dari Kabupaten Lumajang, Pasuruan, Bangkalan, dan Sumenep, dan akan dilakukan pendataan lebih lanjut.
āAkan dilakukan pendataan, selanjutnya akan diantar ke tujuannya masing-masing,ā katanya, dilansir Sindonews, Kamis (3/10/2019).




