JAKARTA (KBK) – Perkembangan wisata halal di Tanah Air memiliki prospek cerah, terlebih bila menyasar milenial. Menurut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar, Anang Sutomo, milenial perlu disasar dan dirangkul guna mengembangkan wisata halal di Indonesia.
Sebagai bukti, ia mencotohkan perubahan perilaku muslim saat Ramadan. Itu bisa dilihat dari grafik pergerakan pada ojek daring yang mengorder makanan dan perjalanan. Menurut Anang di sana terdapat peluang halal market place dengan teknologi.
Untuk kembangkan wisata halal, muslim milenial mesti menerapkan konsep friendly conten. Di sisi lain wisata halal juga mesti dikemas secara menyenangkan.
“Contohnya seperti mudah menemukan sarana ibadah dan makanan yang disedikan serba halal,” ujar Anang dalam paparannya pada acara ISEF di Jakarta (14/11).
Daya tarik lainnya wisata halal bisa dikemas dengan friendly attraction agar tampak menarik dan enerjik. Anang mengungkapkan dunia pariwisata akan sangat menjanjikan.
“Transaksi milenial muslim d seluruh dunia Rp 1400 T dan ada 167 juta muslim yang bergerak setiap tahun untuk wisata. Ini prospek yang luar biasa,” tandasnya.





