PEKANBARU – Riska Ramadila (17), anak yang tadinya aktif berolahraga bolavoli kini sudah tujuh bulan setiap malam harus menahan rasa sakit di kaki kanannya, akibatĀ tumor ganas di dengkul kanannya.
Pada Juli 2019, lutut kanan Riska mulai bengkak dan terus membesar. Akhirnya pada Agustus 2019, Riska tidak kuat berjalan lagi. Akibatnya saat ini Riska terpaksa tidak sekolah.
Kondisi keluarga Riska yang pas-pasan juga menjadi kendala dalam hal pengobatan. Kedua orang tua Riska, Herianto dan Muzarniati hanya bekerja sebagai penyadap karet, yang penghasilannya pun tak menentu.
Riska sudah menjalani pengobatan di Puskesmas dan dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Namun pihak RS menyatakan Riska harus dirujuk ke rumah sakit besar di Jakarta. Dokter yang mengobati Riska bilang, ada tumor ganas yang tumbuh di lututnya. Namun Riska tidak diinfokan jenis tumor apa yang dimaksud.
“Setelah menjalani perawatan medis di Pekanbaru, ternyata Riska harus dirujuk ke Jakarta. Biaya menjadi kendala bagi keluarganya. Kami melalui tim respon kesehatan tergerak untuk memberikan sedikit bantuan, amanah dari para donatur, sembari berjalan dengan pendampingan untuk pengobatan yang lebih baik di rumah sakit besar,” jelas Ali Bastoni, selaku Pimpinan Dompet Dhuafa Cabang Riau.
Allhamdulillah, tim respon kesehatan Dompet Dhuafa Riau sudah menemui Riska, di rumahnya di RT 03, RW 03 Kayu Mas, Kelurahan Lipatkain, Kecamatan Kamparkiri, Riau. Saat ditemui Riska dan ibunya menyambut baik bantuan yang diberikan oleh donatur Dompet Dhuafa Riau.
“Terima kasih atas bantuan dan perhatiannya kepada keluarga kami,” ucap Muzarniati.
Selanjutnya, tim respon kesehatan Dompet Dhuafa Riau akan mendampingi Riska. Terutama dalam mendapatkan perawatan medis yang lebih baik di rumah sakit besar, demikian dilaporkan Dompet Dhuafa riau.





