Bintang Xanana Masih Berpendar

Xanana Gusmao (73), tokoh kharismatik, mantan Presiden, PM Timor Leste dan juga eks-kombatan melawan RI dan eks-tapol Rutan Cipinang sedang menyiapkan diri lagi sebagai PM mendatang setelah koalisi petahana pecah. (foto: Xanana membesuk mantan Presiden RI alm Prof. BJ Habibie)

MANTAN kombatan melawan RI dan salah satu pendiri Timor Leste, Xanana Gusmao (73) sedang menyiapkan pemerintah baru untuk mengakhiri kebuntuan politik akibat perpecahan di antara koalisi partai  yang berkuasa.

Xanana menjadi presiden pertama setelah Timor Leste merdeka pada 2002 sampai 2007 pasca era integrasi Timor Timur dengan RI (1976 – 1999), Perdana Menteri merangkap menhankam (2007 – 2015) dan sampai kini menjabat menteri perencanaan investasi strategis. Ia memilih mengundurkan dari PM pada 2016 dengan alasan perlunya penyegaran kepemimpinan di negara baru itu.

Dengan karakter karismatik yang dimilikinya, Xanana bahkan menjalin hubungan baik dan hangat dengan pemerintah dan juga sejumah petinggi RI bekas seteru bangsanya di era integrasi lalu. Ia juga dianugerahi segudang tanda penghargaan dari berbagai negara dan institusi termasuk gelar honoris causa dari sejumlah perguruan tinggi dunia serta penghargaan lainnya.

Keakraban Xanana, bahkan kehangatan hubungan pribadi dengan sejumlah petinggi Indonesia a.l. tampak saat ia merangkul dan berbisik dengan mantan Presiden RI Prof. Dr. BJ Habibie yang sedang terbaring di RS menjelang akhir hayatnya dan menaburkan bunga saat pemakamannya di TMP Kalibata, Jakarta pada 19 Sept. 2019 lalu.

Sebelumnya Xanana ditangkap satuan TNI di suatu tempat di Dili pada 1992 dan mendekam di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur selama tujuh tahun dan setelah dibebaskan, ia kembali untuk membangun kampung halaman dan tanah airnya.

Xanana yang di era pra kemerdekaan memimpin Partai Fretilin dan panglima sayap militernya, Falintil,  kini memimpin Partai Kongres Nasional Rekonstruksi Timor (CNRT) yang menguasai 34 dari 65 kursi di parlemen.

Keputusan menunjuk Xanana sebagai calon PM dilakukan sendiri oleh Presiden Fransico Guterrez   setelah koalisi pendukung PM petahana Taur Matan Ruak gagal menyusun APBN 2020 akibat penolakan CNRT, partai koalisi terbesarnya yang dipimpin Xanana.

PM Taur yang didukung oleh koalisi tiga partai Aliansi Perubahan untuk Kemajuan (AMP) sering bersitegang dengan Xanana terkait penunjukan sejumlah nama menteri yang dianggap korupsi.

Timor Leste dengan penduduk sekitar 1,1 juta jiwa yang mengandalkan ekonomi dari sektor pertambangan dan kekayaan sumber daya alam termasuk hasil pertanian terutama kopi, masih bergulat dengan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.

Yang patut dipuji, berkat sikap kematangan para pemimpin termasuk Xanana, dendam masa kelam saat konflik dan 23 tahun era  perjuangan (melawan) dan integrasi dengan RI agaknya sudah dikubur dalam-dalam, berganti semangat kemitraan dan kerjasama. (reuters/ns)

 

 

 

Advertisement