JAKARTA – Ustad Abdul Somad dalam kajian US-TAD (Untuk Semesta – Tabligh Akbar Daring) Dompet Dhuafa yang disiarkan secara live melalui akun youtube pada Jumat malam menegaskan jika umat muslim harus tetap semangat menyambut Ramadhan dalam keadaan pandemi corona.
“Pada 24 april masuki 1 Ramadhan, hanya ada lima hari lagi masuk bulan suci Ramadhan, kondisi saat ini tidak mengurangi semagat kita untuk beribadah, tidak ada satupun yang berubah dan berkurang dengan adanya covid wabah corona ini, malah semangat beribadah semakin bertambah, karena orang kaya, pejabat-pejabat, anggota dewan, bupati bahkan raja-raja di timur tengah meninggal dunia, inilah wabah penyakit yang tidak melihat kasta, jabatan, harta, suku, ras dan agama,” tutur Ustad yang diakrab UAS ini.
Dia melanjutkan dengan banyaknya berita kematian, harus menjadi acuan untuk kita semakin mendekat pada Allah SWT.
“Dengan banyaknya berita kematian ini meningkatkan semangat kita beribadah, yang selama ini sulit bangun malam, mulailah bangun untuk sahur, berkah sahur bersama keluarga, berkah sahur melakukan sholat malam, juga mempersiapkan fisik untuk berpuasa di siang hari,” tambahnya.
Amalan lain yang bisa dikerjakan menurut UAS, usai sahur dan menunggu adzan subuh, bisa memperbanyak istigfar, “Yang selama ini hanya tiga kali selesai solat, maka perbanyak lagi istigfar mngkin 100, 1000 kali. siapa yang memperbanyak istigfar, segala kesusahan hatinya diberikan jalan keluar, kesempitan hidupnya diberi solusi, diberikan Alla rejeki yang tidak disangka-sangka,” imbaunya.
Terkait dengan sholat subuh yang kini tidak dapat dilakukan berjamaah, UAS menjelaskan halm tersebut tidak masalah dan tidak boleh menyurutkan ibadah kita.
“Memang tidak bisa ke masjid karena menghindari orang yang terkena wabah, dan sampai sekarang kita tidak tahu siapa yang kena siapa yang tidak, karena alatnya tidak ada, kita tidak ada detektor logam seperti di pesawat, bisa tahu orang bawa jarum pentol, oleh sebab itu maka kita bawaannya curiga, karena kita tidak tahu orang ini dari mana bawa apa, berita dari pagi ada orang tiga pekan tidak pernah keluar rumah tapi ternyata dia kena virus, rupanya virus itu datang dari makanan dari luar, menempel pada bungkus makanan. Oleh sebab itu kita bawaannya curiga, berlaku suudzon,” ungkapnya.
Meski kita kini senantiasa memiliki kecurigaan pada orang lain, menurut UAS hal tersebut dapat dibenarkan, “Larilah engkau dari orang berpenyakit menular, seperti engkau lari dari seekor singa, jadi perbuatan takut ini bukan perbuatan yang jauh dari sunnah,” tegasnya.





