Berdamai dengan Covid-19

Presiden Jokowi meminta masyarakat berdamai dengan Covid-19, maksudnya tetap mematuhi Program PSBB, terutama social distancing dan larangan mudik, tetapi tetap menjaga produktivitas, karena akhir pandemi sulit ditebak.

DI TENGAH perang yang sedang digelorakan melawan penyebaran pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo menyerukan agar masyarakat berdamai dengan virus yang sudah menyebar ke 214 negara itu.

“Membingungkan?,  sebenarnya tidak juga, kecuali memang ada pihak-pihak tertentu yang memang mencari-cari celah untuk membentur-benturkan pernyataan pemerintah, terutama dari presiden.

Untuk itu, Deputi idang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mencoba menjelaskan kata bersayap Jokowi tersebut kepada masyarakat.

Intinya, penyebaran Covid-19 sulit diprediksi kapan berakhirnya, walau  jumlah korban baru termasuk yang meninggal sudah menurun, sebaliknya, jumlah yang sembuh semakin meningkat secara siginifikan.

Di tengah kerja keras untuk menyetop penyebaran Covid-19, menurut Jokowi, produktivitas hendaknya tetap dijaga, dan  penyesuaian di berbagai kegiatan harus terus dilakukan.

“Penyebaran Covid-19 fluktuatif, bisa turun, lalu  naik lagi, sehingga kita harus berdamai “ tandasnya.

Jadi berdamai maksudnya terus memberlakukan PSBB terutama social distancing dan larangan mudik serta rapid test massal dibarengi pogram stimulus perpajakan dan program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) agar roda-roda ekonomi tetap bergairah.

Namun Jokowi juga menyaksikan fakta, selama PSBB masih banyak warga berkerumun di perkampungan, walau di jalan-jalan tampak sepi dari kendaraan, padahal interaksi fisik harus dihindari, begitu pula masker harus dikenakan guna memutus rantai Covid-19.

Ketimbang berpolemik, apakah kita harus perang habis-habisan atau berdamai saja dengan Covid-19, rakyat hanya berharap agar para pemimpin di segala lapisan hirarki bekerja lebih keras lagi, menunjukkan komitmen dan keberpihakannya pada mereka, bukan sekedar pencitraan.

Sebaliknya, rakyat juga diminta lebih berdisiplin, mematuhi seruan dan mengindahkan larangan terkait program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terutama social distancing dan larangan mudik.

 

 

 

 

 

 

Advertisement