BANYUMAS – Dalam rangka memperingati Hari TBC (Tuberculosis) Sedunia 2021 LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) Dompet Dhuafa menggelar pelatihan relawan ketuk pintu di Pendopo Wakil Bupati Banyumas, Purwokerto, Jumat (19/3).
“Sebanyak 40 relawan dan kader ketuk pintu mengikuti kegiatan pelatihan hari ini, pelatihan ketuk pintu ini merupakan bagian dari peringatan Hari TBC Dunia 2021 yang akan dilakukan di seluruh wilayah kerja LKC-DD se-Indonesia. Ketuk pintu dalam rangka Hari TBC Dunia akan dilaksanakan serentak pada 22-33 Maret, dengan wilayah sasaran di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jateng,” ujar Titi Ngudiati yang merupakan Direktur LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah.
Ia mengungkapkan Dompet Dhuafa melalui LKC-DD berkomitmen dalam eliminasi TBC 2030 melalui beberapa program TBC.
“LKC-DD berkomitmen dalam eliminasi TBC 2030 melalui beberapa program TBC. Selain upaya promotif dan preventif, juga bantuan dukungan gizi, transportasi rujukan. Salah satu program yang digagas Dompet Dhuafa adalah Program Kawsan Sehat dengan berbagai indikator predikat RW sehat. Satu diantaranya dalah eliminasi TBC.” imbuhnya.
Pelatihan kali ini dihadiri oleh dr. Erlinda dari Puskesmas Kalibagor, Kabupaten Banyumas, kemudian Novalina Venny N yang merupakan Pengelola Program TBC Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan Rahma Isna Saidah selaku Konselor sekaligus Kordinator Program TBC LKC-DD Jateng. Ketiganya hadir sebagai pembicara yang akan menyampaikan materi seputar TBC.
Novalina Venny N menjelaskan tentang analisis situasi TBC di Kabupaten Banyumas berdasarkan data tahun 2020.
“Berdasarkan data 2020, Kabupaten Banyumas menempati urutan pertama dengan temuan kasus TBC tingkat Provinsi Jateng sebesar 3.129 kasus. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Kabupaten Banyumas, agar temuan ini ditindak lanjuti dengan kepatuhan pengobatan hingga tuntas selama enam bulan sampai dengan dinyatakan sembuh.
Oleh karenanya, dukungan dari Dompet Dhuafa dengan adanya relawan yang turun ke lapangan untuk melakukan screening dan investigasi kontak sangat berarti bagi kami” ungkap Nova.
Rahma selaku konselor TBC LKC-DD Jateng mengungkapkan peran relawan dalam penanggulangan TBC secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait TBC.
“Karena selama ini banyak mitos-mitos dan muncul stigma-stigma pada masyarakat terakit TBC. Harapannya dari kegiatan pelatihan ini relawan dapat berkontribusi dalam menemukan terduga sampai pendampingan untuk pemeriksaan di Puskesmas,” jelas Rahma.





