
SEPERTI yang diprediksi semula, bakal terjadi lonjakan penyebaran Covid-19 pasca mudik dan arus balik Idul Fitri 1442H, sejumlah kluster pun bermunculan sehingga kewaspadaaan harus terus ditingkatkan.
Menyusul kasus yang terjadi di perumahan Bubulak, Kota Bogor, 80 warga RT 003 Kel. Cilangkap, Kec. Cipayung, Jakarta Timur terkonfirmasi positif Covid-19 setelah terjaring tes swab PCR, Jumat lalu (21/5) dalam upaya mengantisipasi kluster silaturrahmi keluarga.
Sedangkan 709 Â warga RT06/RW03, Kel. Ciracas, Kec. Ciracas, Jakarta Timur dijemput paksa petugas untuk dilakukan tes usap Polimerase Chain Reaction (PCR) setelah 14 warganya dikonfirmasi terpapar Covid-19.
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masrakat (PPKM) melalui  lockdown juga dilakukan dengan pengawasan polisi selama 14 hari, sementara suplai logistik diberikan tiga kali sehari oleh Suku Dinas Sosial setempat.
Sebelumnya, di kompleks perumahan Griya Melati di Bubulak, Kota Bogor, terdeteksi 35 kasus positif Covid-19 diduga juga akibat kluster saat pertemuan keluarga.
Sementara di Batang, sebelas siswa SMK Negeri I Warungpring di Kab. Batang, Jawa Tengah terpapar Covid-19 saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka.
Semula 11 siswa dari 17 siswa yang mengikuti ui coba tatap muka saat dites antigen dikonfirmasi positif terpapar Covid-19 sehingga setelah itu mereka diminta melakukan isolasi mandiri.
Setelah kejadian itu dilakukan tes usap terhadap kesebelas siswa tersebut, namun sejauh ini  hasilnya negatif.
Indikasi melonjaknya kasus-kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Jakarta juga tercermin dari bertambahnya pasien kasus positif Covid-19 di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlit Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sejak Jumat pagi sampai Sabtu pagi (22/5) , ada penambahan 175 pasien positif sehingga total berjumlah 1.222 pasien di empat tower yang disiapkan untuk pasien dengan gejala ringan sampai sedang dan tanpa gejala. Hampir seluruh pasien baru berasal dari kluster mudik.
Pandemi Covid-19 belum reda, tetap patuhi prokes Covid-19.




