BANDUNG – Para donatur Dompet Dhuafa mencoba memanen dan merasakan hasil panen sendiri dalam acara silaturahmi pada Sabtu (29/1/2022), ke lokasi program pemberdayaan Desa Tani Lembang, di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.
Oleh petani Desa Tani, para peserta dibekali sebuah topi tani, gunting untuk memetik panenan, keranjang rotan, dan kantong plastik untuk memuat hasil panen.
Dalam kunjungan ini, paguyuban petani Desa Tani telah mempersiapkan tim pengisi acara (EO/Event Organizer) untuk memperlancar seluruh rangkaian acara panen ceria. Sehinga sebelum tim EO mengajak para peserta panen, mereka mengajak untuk menyegarkan otak dengan beberapa permainan kefokusan yang asyik dan ceria.
Kemudian, dengan dibagi menjadi beberapa kelompok, para peserta menyusuri lahan pertanian Desa Tani seluas 2,5 hektar. Namun tentu tidak seluruhnya disusur. Tim EO menunjuk beberapa titik saja, namun telah mencakup seluruh tanaman yang ada di kawasan Desa Tani.
Selain itu, di sela-sela keasyikan memetik dan memanen hasil tani, tim EO menyisipkan edukasi-edukasi tentang pertanian. Mulai dari proses penggemburan tanah, penyemaian, pemilihan bibit, penanaman, perawatan, sistem pencahayaan, cara memanen, hingga pemilahan hasil-hasil panen yang bagus. Hal tersebut sekaligus sebagai pengenalan bahwa Desa Tani Lembang Dompet Dhuafa juga memiliki program edu-agrowisata untuk siswa-siswa sekolah maupun masyarakat umum yang ingin belajar dan mendalami tentang pertanian.
Selama dua jam kiranya cukup puas untuk berkeliling kebun Desa Tani Lembang Dompet Dhuafa. Berbagai macam jenis sayuran dan bahan dapur lainnya telah masuk di kantong masing-masing peserta. Selanjutnya, mereka diajak masuk ke rumah pengemasan untuk dikemas dengan rapi sehingga siap dibawa pulang untuk dimasak dan dinikmati.
Keluar rumah pengemasan, para peserta kemudian disambut dengan berbagai macam makanan olahan murni dari hasil perkebunan Desa Tani. Sambil melanjutkan diskusi dan saling berbagi cerita, para peserta dan 3 tim lainnya duduk dengan nyaman menyantap masakan-masakan itu.
Hidangan hasil olahan perkebunan Desa Tani telah habis terlahap. Akhirnya para peserta tiba di penghujung acara, yaitu perpisahan yang kemudian berlanjut perpulangan. Dengan perut kenyang dan tangan yang penuh dengan sayuran, para peserta beranjak berangkat pulang ke kota dan daerahnya masing-masing, demikian dilansir dompetdhuafa.org.





