Awas! Covid-19 Masih Ada

Walau penularan virus sudah jauh menurun dibandingkan saat serangan Varian Delta tahun lalu dan sekarang dari pandemi sedang beranjak ke endemi, tetap patuhi prokes karena varian baru bisa sewaktu-waktu muncul.

JUMLAH korban Covid-19, baik yang meninggal mau pun angka penambahan harian relatif landai dalam bulan-bulan terakhir ini dan diperkirakan pandemi sudah berada diujungnya jika tidak ada mutasi varian virus baru.

Angka penambahan kasus harian Covid-19 sejak 18 Sept. lalu tercatat di bawah 2.000 kasus, tepatnya 1.683 kasus, sedangkan angka kematian harian sejak 30 April lalu rata-rata di bawah 20 orang, tepatnya 17 orang.

Sedangkan pada Jumat,  7 Okt., jumlah kasus paparan Covid-19 sejak terdeteksi pertama kali di tanah air 2 Maret 2020 sebanyak 6.442.624 kasus, total, meninggal 158.192 dan yang sembuh 6.267.721 orang.

Pada hari yang sama, tercatat penambahan kasus harian (orang yang terpapar) Covid-19 sebanyak 1.501 kasus, meninggal 15 orang dan yang sembuh 1.822 orang.

Dari angka-anga tersebut, terjadi penurunan drastis jumlah orang terpapar dan meninggal, sebaliknya yang sembuh makin meningkat jumlahnya.

Puncak atau outbreak Covid-19 saat masih didominasi oleh virus varian Delta (B617) asal India tercatat pada 16 Feb. 2022 sebanyak 6.718 kasus dan jumlah yang meninggal pada 27 Juli 2021 sebanyak 2.069 orang.

Dirjen Badan Kesehatan Dunia (WHO) Adhanom Ghebreyesus beberapa pekan lalu setelah melihat tren penurunan Covid-19 Global juga mengisyaratkan, pandemi sudah agaknya sudah berada di penghujungnya menuju fase endemi.

Presiden Jokowi, berdasarkan angka-angka penurunan korban Covid-19 baik yang meninggal mau pun terpapar serta naiknya jumlah korban yang sembuh secara nasional, juga mengamini pernyataan Ghebreyesus.

Namun demikian, presiden tetap mengingatkan, Covid-19 belum berakhir, masih ada kemungkinan munculnya varian virus baru, sehingga ia meminta warga tetap mematuhi prokes.

Namun faktanya, misalnya di masjid-masjid, jumlah Jemaah yang tidak mengenakan masker makin banyak, dan Jemaah lainnya juga tidak berani menegur walau pengumuman di mading-mading masih memampang keharusan mengenakan masker.

Kecuali di lingkungan kantor, rumah sakit, stasiun, pelabuhan dan bandara, pengenaan masker makin longgar, sementara pertemuan-pertemuan keluarga juga juga berjalan seperti kondisi normal.

Tetap patuhi prokes, jangan ampai ada serangan gelombang-gelombang Covid-19 berikutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement