Natal, Perang Rusia – Ukraina Jalan Terus

Perang diperkirakan terus berkecamuk di tengah perayaan Natal 25 Des. nanti karena Rusia menolak setiap usulan gencatan senjata.

RUSIA menolak usulan jeda atau gencatan senjata yang disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada acara perayaan Natal, 25 Desember di tengah fase eskalasi perangyang berkecamuk kini .

Tak saja mampu menahan gempuran mesin perang raksasa Rusia ke berbagai wilayah di Ukraina sejak 24 Feb., tentara Ukraina bahkan menimbulkan kerugian besar terhadap personil dan alutsista lawan berkat aliran pasokan senjata dari Barat terutama AS.

Rencana pengiriman rudal-rudal pertahanan udara anti rudal Patriot oleh AS jika jadi, bisa mengubah situasi di medan perang karena pesawat-pesawat tempur Rusia tidak bisa lagi leluasa beraksi di atas langit Ukraina, juga rudal-rudalnya bakal mudah dicegat.

Keampuhan rudal anti rudal Patriot terbukti saat digunakan oleh pasukan Israel dalam Perang Teluk pada era ‘90-an untuk menangkal serangan rudal Scud buatan eks-Uni Soviet yang ditembakkan Irak.

Gedung Putih sebelumnya menolak mengirimkan Patriot yang  diminta Ukraina, namun AS berubah fikiran setelah menyaksikan perkembangan di medan pertempuran, lagi pula, kehadiran Patriot diharapkan mampu mengamankan wilayah negara-negara NATO di Eropa timur.

AS sebelumnya juga sudah memberikan sistem rudal pertahanan udara jarak pendek NASAMS (National Advance Survace-to-Air Missile System) untuk melindungi Ukraina dari udara.

Sedangkan usulan gencatan senjata, paling tidak di Hari Natal dilontarkan oleh Presiden Zelenskyy di forum pertemuan G7 pekan ini untuk memberikan kesempatan bagi rakyat Ukraina mau pun pasukan yang sedang berperang untuk merayakannya.

“Ini saatnya bagi orang normal untuk berikir tentang perdamaian, bukan agresi dan saya menyarankan orang Rusia untuk setidaknya membuktikan mereka mampu menghentikan agresi, “ tuturnya.

Gencatan Senjata, Tidak Terfikir

Sebaliknya Jubir Kremlin Dmitry Peskov mengemukakan, pemerintahnya sama sekali tidak berfikir untuk menerima permintaan gencatan senjata dari pihak mana pun.

“Tidak ada tawaran seperti itu yang kami terima dari siapa pun. Isu ini tidak masuk dalam agenda, “ ujarnya.

Sementara laporan dari pihak Ukraina juga menyebutkan, tidak ada tanda-tanda pasukan Rusia mengendorkan serangannya, bahkan mereka sedang terkonsentrasi mengempur kota Basmuth dan Avdiivka di Ukraina timur, juga wilayah Donetsk, Zaporizhia dan Kherson yang dianeksasi sepihak oleh Rusia,September lalu.

Ibu kota Ukraina, Kyiv juga tidak luput dari serangan udara Rusia menggunakan drone-drone buatan Iran sehingga menghancurkan gedung-gedung pemerintah serta menghentikan layanan operasi trem dalam kota.

Entah sampai kapan perang bakal berakhir, yang jelas belum ada tanda-tanda ke arah sana. (AP/AFP/ns)

 

 

Advertisement