Bencana Silih Berganti

Bencana hydrometeorologi berupa banjir dan longsor terjadi di sejumlah tempat, teranyar di P. Serasan, Natuna (6/3) yang menewaskan belasan orang. Bencana non-alam berupa kebakaran depo BBM Pertamina di Plumpang, Jakarta yang menewaskan paling tidak 19 orang. Terus antisipasi dan lakukan mitigasi bencana!

KEPEDIHAN warga yang kehilangan anggota keluarga, rumah tempat berteduh dan korban yang masih mengerang kesakitan akibat terbakarnya depo BBM Pertamina di Depo Plumpang, Jakarta Utara, (3/3) belum pulih.

Sampai hari ini, pengindentifikasian jasad korban di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur terus dilakukan, sementara pencarian korban yang kemungkinan tertimbun di reruntuhan bangunan juga masih berlangsung.

Paling tidak, 19 korban meninggal, 24 lainnya masih dirawat di sejumlah RS dan ratusan warga penghuni sejumlah RW di Kampung Rawabadak Selatan, Koja, Jakarta Utara yang paling terdampak diungsikan.

Sementara bencana hidrometeorologi berupa longsor terjadi di P. Serasan, Kab. Natuna, Kepulauan Riau setelah diguyur hujan lebat (Senin, 6/3), paling tidak, menewaskan belasan orang, sementara jumlah korban kemungkinan bertambah di bawah lelongsoran material.

Serasan berjarak 200 Km dari ibu kota Kab. Natuna di P. Natuna Besar yang bisa ditempuh dalam 12 sampai 14 jam perjalanan laut dengan kapal.

Kepala BPBD Natuna, Raja Datmika menuturkan, longsor pertama terjadi di kawasan perkebunan di Kec. Serasan Timur, Senin pagi pukul 09.00 waktu setempat, lalu longsor kedua di Desa Pangkalan, Kec. Serasan pukul 11.15.

Sementara di jalur penghubung kota Kupang dengan Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Kab. Belu dan Malaka tertutup 500.000 M3 kubik material sepanjang 250 meter yang longsor (17/2 lalu).

Untuk sementara, jalur tersebut dioperasikan secara darurat, dilakukan buka-tutup bagi lalu-lintas kendaraan khususnya pengangkut logistik.

Banjir bandang dipicu tingginya curah hujan juga melanda Desa Kuta, Kec. Lembitu, Desa Taloko, Kec. Sanggar, Desa Pesa dan Desa Maria, kec. Wawo, Kab. BIma, NTB, Senin (6/3).

Genangan air setinggi lutut tersebut dilaporkan juga merusak puluhan  HA tanaman padi di keempat desa terdampak yang segera hendak dipanen.

Sementara dalam dua pekan terakhir ini, banjir akibat guyuran hujan deras dan angin puting beliung yang melanda 18 kecamatan di Kab. Bekasi, Karawang dan Subang dilaporkan sudah mulai surut.

Di Kab. Karawang, hingga hari ke-10 (6/3) masih ada 138 rumah dengan 471 jiwa yang terdampak banjir dengan ketinggian antara 50 cm hingga 1,5M akibat luapan permukaan air Sungai Citarum.

Di Pati, Jawa Tengah, 55 desa di sembilan kecamatan terdiri dari 7.092 KK (18.606 jiwa) dengan 2.296 rumah terendam genangan air setinggi 20 cm hingga satu meter  sejak sekitar dua pekan  lalu.

Waspada dan terus antisipasi bencana hydrometeorologi dan bencana non-alam lainnya yang  mengintai.

 

 

 

 

Advertisement