PALU – Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Palu, Sulawesi Tengah mengalami kenaikan drastis hingga mencapai Rp 50.000 per kilogram. Normalnya, harga bawang sekitar Rp 25.000 – Rp 30.000 per kilogram.
Mengutip dari beritasatu, melonjaknya harga bawang hingga tersebut ditemui di Pasar tradisional Masomba Palu dan di Pasar Inpres Manonda yang mengalami kenaikan bervariasi antara Rp 45.000 – Rp 50.000 per kilogram.
“Kami terpaksa menaikkan harga karena harga bawang yang kami dapat dari pemasok juga naik, dengan alasan stok berkurang,” kata Rahmat (50), salah seoarang pedagang di Pasar Masomba Palu, Kamis (26/5/2016).
Beberapa pedagang lain yang ditemui SP di Pasar Inpres Manonda Palu mengatakan, kenaikan harga bawang merah merupakan siklus tahunan yang biasanya terjadi jelang Ramadan. Apalagi, sekitar 80 persen komoditas ini masih dipasok dari luar provinsi.
“Sebagai pedagang, kami mengikuti harga dari pemasok. Bisa rugi kalau kami pakai harga lama,” kata Ati, pedagang di Pasar Inpres Manonda Palu.
Selain bawang merah, harga kebutuhan pokok lain di pasar Kota Palu dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan. Gula pasir misalnya saat ini mencapai Rp 16.000 per kilogram dari harga normalnya Rp 12.500 per kilogram.
Begitu juga minyak goreng, baik dalam bentuk kemasan maupun curah rata-rata naik meski kenaikannya masih wajar. Minyak goreng curah dari Rp 12.000 naik menjadi Rp 13.000 per kilogram. Sedangkan, minyak goreng kemasan naik Rp 500 per liter.
Kenaharga tersebut dikeluhkan sejumlah pembeli terutama ibu rumah tangga. Mereka berharap pemerintah dapat berperan lebih aktif untuk mengontrol pasokan agar tidak terjadi kekosongan yang dapat berimbas pada lonjakan harga kebutuhan pokok lain.





