ALEPPO-Tentara Rezim Bashar Asad yang dibantu Rusia, kembali memborbardir rumah sakit dan fasilitas medis sebagai target utama mereka. Sedikitnya 15 orang tewas sementara puluhan lainnya terluka dalam rangkaian serangan udara di tiga rumah sakit berbeda di wilayah Aleppo yang dikuasai gerilyawan.
Ketiga rumah sakit tersebut hancur hanya dalam selisih waktu tiga jam pada Rabu (08/06/2016).
Salah satu rumah sakit yang menjadi target serangan adalah satu dari hanya sedikit rumah sakit di Suriah yang masih menyediakan layanan medis bagi anak-anak. Akibat kejadian ini, dokter-dokter sampai harus mengeluarkan bayi yang dirawat di incubator.
Seperti diberitakan AP, serangan udara lainnya menghantam rumah sakit al-Bayan di distrik Shaar, menurut aktivis dan kelompok monitor di Suriah.
Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab dalam serangan bengis terhadap rumah sakit ini, tapi pemerintah Suriah tengah berusaha keras mengambil alih kembali sejumlah wilayah di Aleppo yang dikuasai gerilyawan.
Dalam sebuah pernyataan, direktur regional Timur Tengah dan Afrika Utara UNICEF, Peter Salama mengatakan bahwa tiga fasilitas kesehatan yang diserang adalah rumah sakit al-Bayan, al-Hakim dan klinik Abdulhadi Fares.
“Rumah sakit al-Hakim adalah satu dari beberapa RS yang masih memberikan layanan pediatrik,” kata dr. Salama. “Ini adalah serangan kedua terhadap rumah sakit.”
PBB mengatakan, dokter dan perawat juga menjadi korban serangan tak manusiawi tersebut.
“Ratusan fasilitas medis yang memberikan layanan kesehatan kritis untuk ribuan orang telah dirusak atau dihancurkan. Dalam dua pekan terakhir saja, ada enam fasilitas kesehatan yang diserang di seluruh negeri,” lanjut dr. Salama.
Hanya ada beberapa rumah sakit yang masih beroperasi di daerah yang dikuasai gerilyawan di Aleppo. Dan, mereka harus melayani 350 ribu warga yang membutuhkan, kata dokter rumah sakit al-Hakim.





