Cianjur Masih Siaga Bencana, Warga dan Pengelola Wisata Diminta Waspada

Ilustrasi Banjir setinggi 1 meter mengenangi perkampungan di Kecamatan Sukanagara, Cianjur, Jawa Barat, akibatnya seratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi karena air bah semakin tinggi, Minggu (26/3/2023). (Foto: ANTARA/Ahmad Fikri)

CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih mempertahankan status siaga bencana bagi pengelola obyek wisata di Cianjur dan seluruh warga wilayah tersebut, mengingat cuaca ekstrem yang masih berlanjut hingga Maret.

Kepala Pelaksana BPBD Cianjur, Asep Sukma Wijaya, menyatakan bahwa sepanjang Januari, lebih dari 18 bencana alam terjadi di Cianjur, termasuk pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor yang telah ditangani.

Salah satunya adalah penanganan longsor di Kecamatan Cibinong beberapa hari yang lalu, yang menutup landasan jalan penghubung antar-desa dan kecamatan.

“Terakhir beberapa hari yang lalu, petugas gabungan menuntaskan penanganan longsor di Kecamatan Cibinong yang menutup landasan jalan penghubung antar-desa dan kecamatan,” katanya, dilansir dari Antara.

Dengan curah hujan yang tinggi, hampir setiap hari dan merata di wilayah Cianjur, BPBD meminta semua pihak, termasuk pengelola tempat wisata, meningkatkan kesiagaan terhadap bencana alam yang sulit diprediksi.

Khususnya, obyek wisata air terjun dan pantai di wilayah selatan, di mana pengelola diminta untuk melarang dan menempatkan petugas untuk mengawasi dan menjaga keamanan wisatawan agar tidak mendekati bibir pantai saat cuaca ekstrem.

“Sejak beberapa bulan terakhir kami menyiagakan 1.500 relawan tangguh bencana (retana) di masing-masing kecamatan untuk membuat laporan rutin, melakukan pemetaan dan segera melakukan evakuasi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana,” kata Asep.

Pihaknya juga mengingatkan pengendara yang melintasi jalur utama Cianjur, seperti Jalan Raya Cipanas, Jalan Raya Cianjur-Bandung, dan Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, untuk tetap berhati-hati dan waspada saat melewati jalur rawan longsor, banjir, dan pohon tumbang.

Selama satu pekan terakhir, tercatat empat pohon tumbang berukuran besar telah ditangani oleh petugas gabungan BPBD, Damkar, dan PMI Cianjur, sehingga pengguna jalan diingatkan untuk lebih berwaspada, terutama di jalur selatan Cianjur.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here