
DI penghujung transisi dari musim penghujan memasuki pancaroba pada akhir Februari saat ini perlu diwaspadai peningkatan pertumbuhan dan penyebaran nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan infeksi deman berdarah dengue (DBD).
Berdasarkan data dari Kemenkes dan IDI yang diolah Litbang Kompas sampai 19 Feb. ’24 tercatat lima kabupaten/kota dengan kasus tertinggi DBD yakni Kendari (564 kasus), Kutai Kertanegara (403), Subang Bogor (388), Subang (373) dan Bandung (356).
Sedangkan lima kabupaten atau kota dengan tingkat kejadian tertinggi selama 2024 (sampai 19 Feb.) yakni Bone Bolango (109,9), kota Kendari (130,4), Hulu Sungai Selatan (105,4), Penajam Paser Utara (85,6) dan kota Banjar Baru (76,5).
Sementara menurut dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan penyakit tropik infeksi Soroy Lardo, sebaran kasus DBD di Indonesia  sepanjang 2023 mencapai 114.252 kasus dengan total kematian 837 orang.
Jawa Barat pada urutan tertinggi DBD pada 2023 dengan 19.328 kasus, diikuti Jawa Timur dengan 9.401 kasus dan Kalimantan sekitar 9.000 kasus, sedangkan angka kematian tertinggi di Jawa Tengah (143), disusul Jawa Barat (134) dan Jawa Timur (103).
“Dalam sebulan terakhir ini, kasus-kasus DBD cenderung naik, “ tuturnya.
Cuaca yki kelembaban tinggi, menurut Soroy, merupakan tantangan penanganan DBD , karena menyebabkan perubahan bionomic vector yang berkaitan dengan durasi hidup dan densitas nyamuk yang  memperluas proses penyebaran DBD.
Sedangkan risiko penularan kasus DBD, menurut Ketua Umum PB IDI M. Adib Khumaidi dalam diskusi daring tentang tata Kelola penanganan DBD (27/2), mencapai puncaknya dalam bulan Maret atau April seperti terjadi pada tahun-tahun lalu.
Oleh sebab itu, ujarnya, upaya pencegahan sangat penting untuk menghindari perluasan penyebaran DBD, apalagi sesuai peringatan BMKG, kelembaban udara saat ini juga bisa meningkatkan kasus.
Gejala yang perlu diperhatikan a.l. demam, nyeri bagian belakang mata, bintik merah pada kulit, nyeri tulang belakang serta mual dan muntah.  Jika salah satu anggota keluarga mengalami gejala tersebut, harap segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan selanjutnya.
Tingkatkan penyemprotan oleh jurru pengamat jentik-jentik (jumantik) Â nyamuk, bersihkan sampah dan hindari genangan air.




