
KITA tentu bisa membayangkan, suasana bathin yang menimpa ayah-ibu, kakak-adik dan keluarga besar 12 korban kecelakaan lalu lintas atas sebuah kendaraan yang terjadi di KM 58 ruas tol Cikampek, Senin pagi (8/4).
Sebelum kecelakaan, mungkin para penumpang bercanda ria, membayangkan suasana keceriaan bakal bertemu dengan orang-orang terkasih di kampung halaman nanti.
Sebaliknya, orang tua atau keluarga di rumah sudah menanti dan menyiapkan kehadiran pemudik, untuk melampiaskan rasa rindu, dan mungkin buah tangan dari para korban, hasil jerih payah mereka di perantauan.
Diperlukan waktu cukup lama untuk mengeluarkan tubuh korban (tujuh laki-laki dan lima permpuan) yang ditemukan di dalam reruntuhan mobil Grand Max yang ringsek dan terbakar.
“Kami bahkan harus memotong bodi mobil untuk mengeluarkan korban, “ ujar seorang anggota tim penyelamat. Di tengah puncak arus mudik Idul Fitri, sulit memang untuk menghindari terjadinya kecelakaan bahkan yang berujung maut.
Sekitar 193,6 juta penduduk atau 71 persen total penduduk Indonesia melakukan ritual mudik, menyambangi kampung halaman dan sanak keluarga mereka di kampung halaman.
Sekitar 143 juta orang menggunakan angkutan darat (KA, bus, kendaraan pribadi dan sepia motor) yang memadati ruas-ruas jalan tol mau pun nontol terutama di P Jawa.
Menhub Budi Karya Sumadi merespons kecelakaan dengan menyebutkan pihaknya belum mendapatkan laporan secara detail soal kejadian itu, namun demikia ia eminta masyarakat yang mudik lewat jalur tol untuk disiplin ketika merasa kelelahan.
Saat contra flow
Saksi mata mengungkapkan, kecelakan terjadi saat diberlakukan contra flow atau arus berlawan arah di mana mobil Grand Max yang melaju dari arah Jakarta ke Bandung tiba-tiba oleng ke kanan dan menabrak bagian depan bus Primajasa dan kendaraan di belakangnya, sebuah Daihatsu Terios yang melaju dari arah sebaliknya.
Kemudian, datang mobil lain yang mencoba menghindar, tapi malah menabrak Grand Max  yang sebelumnya menabrak bus. Kedua mobil akhirnya bertabrakan dan terbakar.
Grand Max yang berada di jalur contraflow diduga hendak menepi di bahu jalan, Â masuk ke jalur berlawanan yang mengarah ke Jakarta.
Grand Max dalam kecelakaan maut terungkap bernopol B-1635-BKT atas nama Yanti Setyawan Budidarma beralamat di Jalan Duren Nomor 16 RT003/009 Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
Sedangkan bus Primajasa bernomor polisi  B-7655-TGD, sementara identitas mobil Daihatsu Terios yang juga terlibat kecelakaan masih belum diketahui.
Aksi mitigasi untuk menekan angka kecelakaan lalin terutama pada saat puncak arus mudik perlu dirumuskan, tidak cukup dengan himbauan-himbauan, namun banyak yang harus dibenah, mulai dari sarana parsarana transportasi, uji layak kendaraan dan juga fakktor manusia.
Jika tidak, suasana lebaran bisa berubah seketika menjadi melapetaka yang menyedihkan dan mengerikan.




